65 Nakes Reaktif, Tiga Puskesmas di Lotim Ditutup

Juru Bicara Satgas Covid-19 Lotim, H Fathurrahman saat ditemui di Posko Satgas Covid-19, di Selong, Selasa (28/07/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Setelah dilakukan rapid test kepada tenaga kesehatan di puskesmas, dari tiga puskesmas yang melaksanakan rapid test ditemukan sebanyak 65 nakes yang reaktif. Tiga puskesmas tersebut langsung dilakukan penutupan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Lotim, H Fathurrahman mengatakan sebanyak tiga puskesmas yang ditutup disebabkan karena ditemukan sejumlah nakes yang reaktif. Penutupan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Lombok Timur.

“Puskesmas Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik terlebih dahulu ditutup. Karena lebih dulu melaksanakan rapid test, dan ditemukan 32 nakes reaktif dari 121 yang dirapid” ucapnya.

Adapun selain Puskesmas Lendang Nangka, dua puskesmas lainnya yaitu puskesmas Denggen Kecamatan Selong, telah ditemukan 11 nakes reaktif dari 53 orang yang dirapid. Kemudian puskesmas Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, telah ditemukan 22 nakes reaktif dari 80 orang yang dirapid.

“Untuk puskesmas Lendang Nangka dan Karang baru, minggu ini akan mulai dibuka kembali. Sedangkan untuk Puskesmas Denggen akan ditutup besok, Rabu (29/07/2020). Namun pelayanan sudah ditutup,” katanya.

Sementara, untuk para pasien telah dipindah ke puskesmas terdekat. Begitupun dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat ikut dialihkan. Guna mengosongkan gedung puskesmas terlebih dahulu untuk menghindari sebaran virus.

“Untuk memutus sebaran virus di puskesmas, kita minta pihak puskesmas untuk tetap melakukan penyemprotan disinfektan minimal dua hari sekali,” ucapnya.

Para nakes yang reaktif dianjurkan untuk isolasi mandiri, mengingat para nakes tersebut reaktif namun tanpa gejala atau disebut OTG.

Fathurrahman mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol pencegahan. Ia meminta agar masyarakat tidak melupakan pemakaian masker karena sangat penting untuk mengantisipasi sebaran virus.

“Masyarakat untuk tetap menggunakan masker jika keluar rumah, rajin mencuci tangan dan tetap jaga jarak,”tutupnya.