Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di RSUD Praya Rp100 Juta dalam 14 Hari

Direktur RSUD Praya, dr. Muzakkir Langkir, Rabu (17/6/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti).

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, dr.Muzakir Langkir menyebut, biaya perawatan dan pengobatan pasien Covid-19 di RSUD Praya sangat mahal. Nilainya bisa mencapai Rp100 juta bahkan lebih. Biaya sebesar itu hanya untuk perawatan dan pengobatan selama 14 hari.

“100 lebih sedikit, lah. Itu yang dirawat selama 14 hari, lho ya. Kalau ada yang dirawat lebih dari itu lain lagi biayanya (bertambah)”, kata Direktur RSUD Praya, dr. Muzakir Langkir, Rabu (17/6/2020) di Praya.

Dikatakan bahwa biaya perawatan dan pengobatan pasien Covid-19 ini ditanggung oleh pemerintah pusat. Adapun rumah sakit rujukan pasien Covid-19 tinggal mengajukan klaim ke pusat.

“Yang ferivikasi itu BPJS. Makanya semua yang sudah kita rawat itu tidak mesti bisa terbayar”,sesalnya.

Dia menyebutkan, sejauh ini sudah ada 90 am pasien positif Covid-19 yang dirawat oleh RSUD Praya.

Akan tetapi, untuk mengajukan klaim biaya tersebut tidak mudah. Karena harus diverifikasi dulu oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sejumlah syarat mengajukan klaim tersebut adalah melampirkan KTP pasien dan data lainnya.

“90 an itu masuk pengajuan. Yang di ACC kita belum tau. Contohnya RSUD Kota Mataram itu usulkan 116 orang pasien. Yang di ACC 14 orang. Yang lain tidak dibiayai”,katanya.

Atas kondisi ini, pihaknya belum mengetahui pasti apakah Pemda akan mengganti biaya perawatan dan pengobatan pasien Covid-19 sisa pasien yang tidak dipenuhi oleh pusat.

“Makanya harus benar-benar dilengkapi persyaratannya”, katanya.