Dinkes Imbau Jaga Kebersihan di Musim Kemarau agar Terhindar Diare

Mataram (Inside Lombok) – Kekeringan yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia termasuk NTB memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Salah satunya kasus wabah penyakit diare yang mulai bertambah sejak musim kemarau mulai berlangsung.

Melihat resiko kekeringan di daerah Sumbawa dan Bima, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan salah satu penyebab kasus penyakit diare meningkat karena keterbatasan air bersih terutama di wilayah yang terdampak akan musim kekeringan ini. Sehingga kualitas air menjadi berpengaruh.

“Yang ingin kita sampaikan di musim kemarau ini standar kesehatan harus tetap diingat, air harus selalu dimasak, kemudian makanan harus dimasak dengan matang dan harus dalam tertutup jangan sampai terkena debu karena membawa kuman, itulah kenapa angka diare meningkat seperti itu,” jelas Eka, Selasa (16/07/2019).

Selain itu, Eka kerap mengingatkan masyarakat bahwa penyakit diare ini sifatnya menular. Sebagian besar penyakit diare yang terjangkit di wilayah NTB ini karena adanya virus yang cepat terjangkit dari satu orang ke lainnya.

Kasus penyakit diare di NTB sudah mulai meningkat sejak awal bulan Juli 2019. Namun berdasarkan data mengenai penyakit diare tersebut, kenaikan angka masih belum terbilang besar meskipun kasus wabah diare ini sudah meningkat secara rata di seluruh daerah NTB.

“Kalau NTB naiknya (wabah diare) hanya sekitaran 5-10 persen, biasanya di sini tidak sampai KLB,” imbuh Eka.

Menurutnya, kesadaran masyarakat mengenai diare yang termasuk penyakit menular ini masih minim. Kabar tersebut lah yang mendorong Dinas Kesehatan untuk terus mencoba sosialisasikan perihal diare yang bisa terjangkit akibat virus melalui posyandu dan beberapa kegiatan kesehatan lainnya di lingkungan masyarakat, terutama di Lombok Selatan.