Dinkes Mataram Belum Mampu Tuntaskan Kasus Gizi Buruk

Ilustrasi gizi buruk

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, hingga saat ini belum mampu menuntaskan kasus gizi buruk karena adanya penyakit bawaan lahir yang dialami oleh penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Kamis mengatakan, jumlah kasus gizi buruk yang ditangani tahun ini masih tercatat lima kasus yang merupakan sisa kasus tahun lalu.

“Lima kasus ini, belum dapat kami tuntaskan karena masing-masing penderita memiliki penyakit bawaan sejak lahir sehingga terjadi komplikasi dan membutuhkan penanganan lama,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, lima kasus gizi buruk dengan kelainan saat lahir itu antara lain berat badan rendah dan pengecilan otak. Kelima kasus gizi buruk tersebut saat ini sedang ditangani di masing-masing Puskesmas asal penderita gizi buruk.

“Kasus gizi buruk, terjadi pada hampir semua daerah dan sampai saat ini kami belum mendengar satu daerah yang bebas dari gizi buruk,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap apabila jumlah kasus gizi buruk yang ditangani saat ini tidak bisa berkurang karena adanya penyakit bawaan, setidaknya jumlahnya tidak bertambah.

Terkait dengan itu, upaya penanganan terus dilakukan dengan melibatkan petugas dari Puskesmas yang akan melakukan perawatan dan kunjungan langsung ke rumah pasien secara berkala dan memberikan bantuan makanan pendamping ASI.

Selain itu, secara berkala mendapatkan bantuan makanan dan sembako yang disebut formula 100 dan formula 75 yang berisi susu, minyak goreng, biskuit, margarin dan lainnya untuk mendukung peningkatan gizi keluarga.

“Apabila terjadi komplikasi terhadap penyakitnya, mereka akan dirujuk ke RSUD Kota Mataram,” katanya.

Selama dirawat di RSUD orang tuanya akan mendapatkan bantuan untuk penunggu pasien, sehingga mereka bisa fokus menjaga anak mereka. (Ant)