Dinkes Mataram Mulai Buka Kegiatan Posyandu

127
Dokumentasi- Kegiatan penimbangan berat badan bayi dan balita di Posyandu Dahlia, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sudah mulai membuka kegiatan pelayanan posyandu di 325 lingkungan se-Kota Mataram, setelah disetop sejak Maret 2020, atau awal COVID-19 merebak di kota ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Senin, mengatakan, pembukaan pelayanan posyandu dimulai sejak awal November 2020.

“Pelayanan posyandu pelan-pelan kita buka sambil melihat situasi, karena kasus COVID-19 di Mataram sudah mulai landai. Kasihan juga bayi-bayi kita kalau posyandu terlalu lama ditutup,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, dalam pelayanan posyandu, para petugas dan kader serta masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Masyarakat yang datang ke posyandu wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sedangkan, untuk para tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) lavel satu atau dua.

APD lavel 1 pakai masker, face sheild dan sarung tangan. Lavel 2, menggunakan baju model kimono plus APD lavel 1, sedangkan lavel 3 adalah APD lengkap termasuk menggunakan tutup kepala, kacamata dan pakaian hazmad.

“Untuk pelayanan posyandu, petugas menggunakan APD lavel 2 dan 1. Kalau level 3, kita khawatir bayi dan balita takut liat petugasnya,” katanya sambil tersenyum.

Namun demikian, lanjut Usman, kendati kegiatan posyandu sudah mulai dibuka, namun pelayanannya juga masih dibatasi khusus untuk kegiatan penimbangan berat badan bayi dan balita serta imunisasi.

“Kalau untuk kegiatan penyuluhan dan lainnya, disesuaikan atau tergantung kondisi lokasi posyandu,” ujarnya. (Ant)