Dinkes Mengingatkan Masyarakat Waspada Penyakit di Musim Pancaroba

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai potensi penyakit yang timbul saat musim pancaroba dengan melaksanakan gerakan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Beberapa penyakit yang dikhawatirkan saat musim pancaroba antara lain, infeksi saluran pernafasan (Ispa), diare dan demam berdarah dengue (DBD),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Selasa.

Berdasarkan laporan dari pelayanan di puskesmas, katanya, kasus Ispa dan diare saat pancaroba mengalami peningkatan. “Laporan riil terakhir masih kita tunggu,” katanya.

Kondisi itu terjadi, lanjut Usman, karena perubahan cuaca membuat sistem imun menurun sehingga masyarakat mudah terserang Ispa. Selain itu, perubahan musim juga membuat kualitas air ikut terdampak sehingga berisiko terjadinya masalah pencernaan khususnya diare.

“Begitu juga dengan potensi penyakit DBD saat pancaroba perlu diwaspadai melalui gerakan 3M dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” katanya.

Gerakan 3M adalah sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan gerakan 3M dan PSN sebagai cara ampuh untuk menekan angka penyebaran penyakit DBD.

“Untuk kegiatan pengasapan atau ‘fogging’ tetap kita lakukan jika ada kasus, agar lebih efektif,” katanya.

Untuk kasus DBD, menurut Usman sejak akhir Oktober sudah mulai terjadi penurunan, akan tetapi masyarakat jangan lengah dan terus waspada.

Berdasarkan data terakhir pada 15 Oktober 2020, Dinkes Mataram mencatat DBD mencapai 630 orang, dua diantaranya meninggal.

“Sebanyak 630 kasus DBD tersebut adalah angka kumulasi sejak Januari 2020 sampai akhir September 2020, dan itu khusus untuk mereka dinyatakan positif DBD berdasarkan hasil uji laboratorium,” katanya.

Usman menambahkan, kasus DBD Tahun 2020 ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk angka kematian dimana untuk Tahun 2019 angka kematian kasus DBD hanya satu orang. (Ant)