Kasus DBD di Mataram Mencapai 622

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari 2019 sampai minggu ini mencapai 622, dan sekarang trennya sudah mulai menurun.

“Puncak terjadinya peningkatan di tahun ini terjadi pada minggu ke 21, dan Alhamdulillah saat ini trennya terus menurun,” kata Kepala Dinkes Mataram, dr H Usman Hadi di Mataram, Kamis.

Dia menambahkankan, sebanyak 622 kasus DBD tersebut ada yang menyerupai, diduga dan positif DBD itu tersebar di 49 kelurahan dari 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram.

Artinya, dari 50 kelurahan di Mataram ada satu kelurahan yang bersih dari kasus DBD, kelurahan tersebut adalah Kelurahan Ampenan Utara. “Sampai hari ini, belum ada satu pun kasus DBD yang menyerang warga di Kelurahan itu,” ujarnya.

Untuk menghindari peningkatan kasus DBD, Usman mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, meskipun terjadi musim kemaru karena potensi jentik nyamuk DBD bisa muncul pada tempat-tempat genangan air yang kadang tidak biasa.

Oleh karena itu, meskipun terjadi kemarau panjang dan tren kasus DBD terus menurun, Dinkes tetap aktif melakukan berbagai upaya antisipasi melalui sosialisasi dan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Pengasapan atau ‘fogging’ juga tetap kita lakukan dengan sistem ‘fogging’ fokus dimana ada terjadi kasus DBD,” katanya.

Di samping itu, upaya antisipasi di dalam keluarga minimal ada satu anggota keluarga yang menjadi juru jentik (jumatik), dengan melakukan gerakan 3M plus (menguras bak air, menutup dan mengubur barang bekas), plus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terus digalakkan.

“Peran jumantik dalam satu keluarga sangat penting untuk menjaga kewaspadaan dan mencegah adanya kasus DBD dalam keluarga,” ujarnya.

Selain itu, dilaksanakan juga pemberian bubuk abate kepada semua masyarakat untuk ditaruh pada wadah penampungan air guna mencegah adanya jentik nyamuk.

“Dari upaya itu, PSN menjadi gerakan paling efektif karena mampu memusnahkan jentik nyamuk. Kalau pengasapan hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya akan tetap berkembang biak,” ujarnya. (Ant)