Kasus Omicron di Indonesia Bertambah, Prokes dan Vaksinasi Harus Dimaksimalkan

51

Mataram (Inside Lombok) – Kasus penularan Covid-19 jenis Omicron di Indonesia terus bertambah. Untuk mengantisipasi penularan varian virus tersebut, penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi harus dimaksimalkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi mengatakan kasus penularan varian Omicron di Provinsi NTB, khususnya Kota Mataram, memang belum ada atau belum ditemukan. “Sejauh ini kami Dinas Kesehatan Kota Mataram belum mendapatkan laporan. Makanya prokes sama vaksinasi. Itu saja yang penting,” ujarnya, Senin (3/1) di Mataram.

Dinas Kesehatan Kota Mataram akan mengupayakan agar semua sasaran vaksin bisa terlayani. Karena direncanakan, warga yang sudah mendapatkan vaksin lengkap akan diberikan vaksin booster. Sementara untuk jenis vaksin yang akan digunakan diakui belum diketahui secara pasti.

“Mudahan masyarakat semua tervaksinasi,” harapnya. Usman menjelaskan, kasus Covid-19 yang ditemukan akhir Desember lalu belum bisa ditentukan apakah varian Omicron atau tidak. Pasalnya, sampel pasien masih diperiksa di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tidak ada omicron. Belum balik sampel yang sudah dikirim,” katanya. Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 akhir Desember lalu, sambung Usman, saat ini masih dalam masa perawatan di RSUD Kota Mataram.

Selain itu tracing sudah dilakukan dan setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan negatif. “Sudah ditracing dan negatif semua,” tegasnya. (azm)