Kemenag Lobar Percepat Vaksinasi Madrasah dan Pondok Pesantren

Terlihat siswi MAN 1 Lombok Barat sedang duduk di depan ruang kelas. Rabu (08/09/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat (Lobar) percepat vaksinasi bagi siswa madrasah dan santri pondok pesantren. Karena itu sebagai salah satu syarat untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

“Karena kita sudah akan mulai tatap muka, dan level status COVID-19 Lobar juga sudah mulai turun. Kita selesaikan dulu lah vaksin ini” ujar Kepala Kemenag Lobar, H. Jalalussayuthy, Rabu (08/09/2021).

Hal itu diharapkan untuk dapat memperkuat imunitas para siswa dan guru. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebih bila sekolah tatap muka sudah diberlakukan sepenuhnya.

“Salah satunya hari ini kita mulai di MAN 1 Lombok Barat , untuk sasarannya siswa yang di atas 15 tahun,” paparnya.

Begitu pun dengan Pondok Pesantren, seperti Haramain, Al Aziziyah, juga diakuinya telah mulai melaksanakan vaksinas, berkat kerjasama dengan Polda NTB.

“Kami berharapnya semoga sebelum 2021 ini berakhir, vaksinasi di madrasah dan pondok pesantren bisa selesai. Tapi tergantung juga dari kesiapan vaksin dan tim vaksinatornya” tandas Jalal.

Kabag TU Kanwil Kemenag NTB,  H. Jaelani, saat memantau proses vaksinasi di MAN 1 Lombok Barat menyebut vaksinasi di madrasah dan pondok pesantren ini dinilainya cukup berpengaruh. Sebagai salah satu upaya untuk mencapai herd imunity.

“Saya kira ini sebagai salah satu akselerasi, percepatan untuk mencapai herd immunity” ucapnya.

Kendati pun pembelajaran tatap muka untuk madrasah dan pondok pesantren di Lobar masih berjalan 50 persen.

“Semoga dengan semakin turunnya level COVID-19 di Lobar sangat-sangat memungkinkan untuk belajar tatap muka bisa dilaksanakan secara merata,” terangnya.

Untuk mempercepat vaksinasi itu, terutama di pondok pesantren. Pihak Kemenag diakuinya menjalin kerjasama dengan kepolisian daerah. Di mana saat ini, prosesnya sedang dalam dalam proses pendataan. Terutama untuk pondok pesantren yang terbilang cukup besar dan memiliki banyak santri.

“Vaksin di MAN 1 Lombok Barat ini, yang pertama untuk madrasah di Lobar. Nanti akan ada pondok pesantren juga,” jelas dia.