Kunjungan Pasien Reguler di RSUD Mataram Mulai Meningkat

Mataram (Inside Lombok) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan kunjungan pasien untuk pelayanan reguler di RSUD Mataram mulai meningkat dengan jumlah kunjungan mendekati angka 400 per hari.

“Sejak terjadi pandemi COVID-19 di Mataram, kunjungan pasien reguler di bawah 200, sebab saat itu pelayanan pasien reguler kita batasi untuk menghindari penularan dan kita bisa fokus untuk pasien COVID-19,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSUD) Kota Mataram dr HL Heman Mahaputra di Mataram, Senin.

Pelayanan pasien reguler tersebut sudah mulai dibuka sejak pekan terakhir bulan Mei 2020 atau setelah Idul Fitri 1441 Hijriah. Harapannya, kunjungan pasien reguler bisa kembali normal secara bertahap hingga 1.000 orang per hari seperti sebelum terjadi pandemi COVID-19.

Menurut dr Jack begitu Dirut RSUD Kota Mataram ini akrab disapa, kenaikan jumlah pasien reguler itu sebagai satu indikasi masyarakat sudah tidak terlalu beranggapan terhadap stigma akan terpapar COVID-19, yang penting sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Selain itu, pemahaman masyarakat tentang COVID-19, sudah mulai membaik sehingga mereka mau memilih memeriksa kesehatan ke rumah sakit,” katanya.

Kendati demikian, dr Jack tidak menampik masih adanya kekhawatiran masyarakat yang sakit tapi takut ke rumah sakit karena akan masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19.

Hal itu dianggapnya wajar, dan hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) besar untuk terus aktif memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat, kalau sakit lebih baik ke fasilitas kesehatan yang ada. Baik itu puskesmas maupun rumah sakit.

“Masyarakat tidak perlu khawatir akan divonis terpapar COVID-19, sebab kita bekerja sesuai SOP yang ada dan tidak bisa serta merta menyatakan pasien positif COVID-19,” katanya.

Dalam SOP-nya, katanya, pasien dilakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, dalam rentan waktu yang telah ditetapkan. Kalau hasilnya reaktif dua kali barulah dilakukan tes usap (swab).

“Dua kali reaktif juga belum tentu positif COVID-19, dan itu ada. Itu artinya, sistem kekebalan pasien bersangkutan sudah terbentuk,” ujarnya.

Dokter Jack menambahkan pembukaan pelayanan kesehatan reguler itu sekaligus untuk lebih memperhatikan penyakit lain yang mulai banyak, salah satunya DBD.

Oleh karena itu, selain menyiapkan petugas medis khusus, RSUD Kota Mataram juga sudah melakukan perluasan ruang isolasi pasien COVID-19 ke utara UGD, sementara untuk pasien reguler ke gedung selatan. (Ant)