Pasien COVID-19 Sembuh di Mataram Terus Meningkat

Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan jumlah pasien positif virus corona yang terkonfirmasi sembuh terus mengalami peningkatan.

“Data terakhir Tim Gugus Jumat (7/8) pukul 12.00 WITA, jumlah pasien sembuh secara akumulasi kini tercatat 589 orang. Jumlah itu, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang masih dirawat sebanyak 269 orang,” kata Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Jumat.

Swandiasa yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram mengatakan pasien positif COVID-19 di Kota Mataram secara akumulasi telah mencapai angka 925 orang, dan 67 orang diantaranya meninggal dunia, 589 sembuh dan 269 masih dalam perawatan.

“Sementara kasus suspek tercatat 202 orang, dan kontak erat masih dalam karantina 258 orang,” sebutnya.

Dia berharap, jumlah pasien COVID-19 yang sembuh bisa terus meningkat, agar pemerintah kota bisa segera melaksanakan kebijakan pemerintah dengan menerapkan kehidupan normal baru dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19.

“Jika pasien sembuh terus meningkat, dan tidak ada kasus positif COVID-19 , Mataram bisa menjadi daerah zona hijau, dan melaksanakan kebijakan pemerintah dengan menerapkan kehidupan normal baru,” katanya.

Untuk menjadikan Mataram sebagai zona hijau, perlu komitmen bersama masyarakat membantu pemerintah dalam upaya menekan kasus. Karenanya, masyarakat diimbau bisa menyukseskan program penanganan COVID-19 berbasis lingkungan (PCBL).

Dengan cara menjaga kondusifitas lingkungan, menerapkan sosial dan physical distancing dengan menghindari keramaian dan kurangi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, masyarakat wajib menggunakan masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun, tetap menggunakan “hand sanitizer” dan melakukan pola hidup sehat.

“Hal itu dimaksudkan agar penanganan penyebaran COVID-19, yang diupayakan pemerintah bisa berjalan efektif,” katanya. (Ant)