Home Kesehatan Pemkot Mataram Menggencarkan Penerapan Protokol Kesehatan

Pemkot Mataram Menggencarkan Penerapan Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat terus menggencarkan penerapan protokol kesehatan COVID-19 melalui gerakan 3M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak untuk memutus penularan virus corona jenis baru itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram sekaligus anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram dr. Usman Hadi di Mataram, Selasa, mengatakan sosialisasi gerakan 3M COVID-19, telah dilakukan secara masif melalui berbagai program kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai bidangnya .

“Bahkan Satpol PP aktif melakukan operasi yustisi protokol COVID-19, melalui razia masker untuk mendisiplinkan warga mentaati protokol kesehatan,” katanya.

Dinas Kesehatan melakukan promosi 3M dalam setiap kegiatan, melalui petugas dinas baik yang ada di kantor Dinas Kesehatan maupun petugas di 11 puskesmas se-Kota Mataram.

Bahkan, hampir semua kantor pemerintah dan swasta juga telah memasang spanduk sebagai upaya promosi dan sosialisasi pencegahan penyebaran COVID-19, melalui gerakan 3M.

“Di semua kendaraan dinas pejabat Kota Mataram juga telah ditempeli stiker bertuliskan Patroli COVID-19, yang merupakan bagian dari upaya pencegahan dan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyebaran COVID-19,” katanya.

Harapannya, gerakan sosialisasi 3M pencegahan COVID-19 yang dilaksanakan secara masif dapat menekan kasus positif baru COVID-19 di Kota Mataram, sekaligus meningkatkan status Mataram menjadi zona hijau.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Selasa, pukul 12.00 Wita, tercatat jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.088 orang, sedangkan yang masih dalam perawatan sebanyak 41 orang, dan 88 orang meninggal dunia. Dari data itu, tercatat juga kasus suspek 30 orang yang masih isolasi dan 152 orang kontak erat masih karantina. (Ant)