Potensi DBD pada Pengungsi Banjir Rob di Mataram Jadi Atensi

35
Ilustrasi DBD, nyamuk aedes aegypti

Mataram (Inside Lombok) – Cuaca ekstrem yang terjadi hari Senin (6/12) lalu diharapkan tidak berdampak pada penambahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Mataram. Terlebih lagi, masyarakat yang terdampak banjir rob tinggal di tenda pengungsian.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Usman Hadi, Jumat (10/12) mengatakan tenda pengungsi yang digunakan oleh warga Bagek Kembar Kecamatan Sekarbela Senin lalu sudah di-fogging terlebih dahulu. Langkah tersebut untuk mengantisipasi munculnya jentik nyamuk demam berdarah.

“Di tenda kemarin sudah kita fogging dan pemeriksaan,” katanya. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ada warga yang terjangkit penyakit DBD. Sementara untuk warga yang terdampak genangan di beberapa lokasi, Usman mengharapkan nyamuk DBD tidak berkembang biak. Pasalnya, penyakit yang paling rawan terjadi pada saat genangan yaitu gatal.

“Yang genangan enggak ada. Biasanya gatal-gatal kakinya,” terang Usman. Nyamuk demam berdarah disebutnya biasa berkembang biak pada genangan air yang sudah lama tidak terkuras. Sementara hujan yang terjadi Senin lalu cukup lebat dan disebut tidak akan menyebabkan nyamuk berkembang.

“Kalau berhubungan dengan tanah tidak akan hidup jentiknya. Mudahan tidak ada penambahan kasus ,” harapnya. Untuk diketahui, jumlah kasus DBD pada bulan November lalu sebanyak 18 kasus.

Sebelumnya, terdapat dua warga Kota Mataram yang terjangkit penyakit DBD. Namun penambahan kasus tersebut karena terjangkit di luar Kota Mataram. “Kemarin itu ada tapi tertular di luar kota. dia mendok di luar kota mataram,” pungkasnya. (azm)