Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Mataram Mencapai 86 Persen

Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiasa. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Mataram hingga saat ini tercatat mencapai 86 persen atau sebanyak 897 orang dari total 1.033 kasus positif corona.

Anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa di Mataram, Selasa, mengatakan secara akumulasi jumlah pasien positif COVID-19, sampai Selasa 25 Agustus 2020, pukul 12.00 Wita, sebanyak 1.033 orang.

“Dari jumlah itu, 62 orang masih dalam perawatan di ruang isolasi, dan 74 orang meninggal,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan hasil verifikasi Dinas Kesehatan hari ini, tercatat jumlah kelurahan yang sudah bersatus nol kasus positif COVID-19 atau zona hijau sebanyak 27 kelurahan atau 54 persen dari 50 kelurahan yang ada.

Sementara jika dilihat dari lingkunga, jumlah lingkungan yang sudah zona hijau COVID-19, tercatat sebanyak 295 lingkungan atau 90 persen dari 325 lingkungan se-Kota Mataram.

“Jika pasien sembuh terus meningkat, dan tidak ada kasus positif COVID-19 , Mataram bisa menjadi daerah zona hijau COVID-19, dan melaksanakan kebijakan pemerintah dengan menerapkan kehidupan normal baru,” katanya.

Untuk menjadikan Mataram sebagai zona hijau COVID-19, perlu komitmen bersama masyarakat membantu pemerintah dalam upaya menekan kasus COVID-19. Karenanya, masyarakat diimbau bisa menyukseskan program penanganan COVID-19 berbasis lingkungan (PCBL) dan disiplin menerapkan protokol COVID-19.

Dengan cara menjaga kondusifitas lingkungan, menerapkan sosial dan physical distancing dengan menghindari keramaian dan kurangi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, masyarakat wajib menggunakan masker saat keluar rumah, rajin cuci tangan dengan sabun, tetap menggunakan “hand sanitizer” dan melakukan pola hidup sehat.

“Hal itu dimaksudkan agar penanganan penyebaran COVID-19, yang diupayakan pemerintah bisa berjalan efektif,” katanya.

Terkait dengan itu, tambahnya, saat puncak HUT Kota Mataram 31 Agustus 2020, juga akan dicanangkan deklarasi Mataram menuju zona hijau COVID-19, sebagai komitmen bersama dalam upaya melakukan pencegahan dan penyebaran COVID-19 di wilayah masing-masing. (Ant)