Tren Kesembuhan Pasien COVID-19 di NTB Meningkat

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (Inside Lombok) – Tren kesembuhan pasien Virus Corona Deasese atau COVID-19 di Nusa Tenggara Barat  meningkat seiring ditaatinya protokol kesehatan oleh masyarakat di provinsi itu.

“Alhamdulillah, semua hasil baik yang kita dapatkan tidak terlepas dari upaya baik pula. Karena itu, upaya positif sehingga melahirkan kesembuhan yang begitu luar biasa ini harus tetap dijaga dan ditingkatkan,” kata Gubernur NTB, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah di Mataram, Rabu.

Zulkieflimansyah mengatakan semakin meningkatkanya kesembuhan pasien COVID-19 untuk terus dijaga. Untuk itu, kekompakan dalam menangani wabah pandemi COVID-19 ini, khususnya seluruh pihak yang terlibat dalam Tim Gugus Tugas COVID-19 tetap menjaga kekompakan.

“Selain ditaatinya protokol kesehatan, meningkatnya angka kesembuhan di NTB, itu berkat kekompakan kita bersama. Jadi, mari jaga kekompakan kita,” ujarnya.

Hal senada juga dikataka Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi yang mengatakan kurva jumlah pasien sembuh dengan jumlah pasien yang dirawat menunjukan hasil baik.

Walaupun demikian, ia meminta penanganan wabah pandemi COVID-19 harus tetap ditingkatkan, kekompakan harus tetap dijaga agar wabah pandemi COVID-19 hilang dari NTB.

“Saya berharap kekompakan ini tetap ditingkatkan agar kita warga NTB mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi, mengatakan sampai saat ini, untuk Pelaku Perjalanan Negara Terjangkit (PPTG) itu mencapai 1.893 orang, kemudian untuk Orang Tanpa Gejala(OTG) mencapai 481 orang.

Selanjutnya untuk yang berstatus Orang dalam pemantauan(ODP) sebanyak 855 orang dan terakhir Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu mencapai 493 pasien.

Sedangkan untuk jumlah positif sebanyak 857 pasien, yang sudah sembuh 485 pasien, dan yang masih positif atau yang sedang menjalani karantina itu sebanyak 343 pasien.

“Tingkat kesembuhan melonjak tinggi yang dimana pada hari Senin tanggal 8 Juni 2020 hanya mencapai 34 orang, sedangkan pada hari Selasa tanggal 09 Juni 2020 pasien sembuh mencapai 76 orang,” katanya. (Ant)