Warga Loteng Diminta Waspadai DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Perhatian pemerintah dan masyarakat Lombok Tengah (Loteng) saat ini masih terpusat pada pandemi Covid-19 yang telah mencapai 237 kasus hingga akhir September 2020. Pemda Loteng mengimbau agar warga tetap waspada dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Di sisi lain, ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini terus mengintai. Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng mencatat, kasus DBD hingga akhir September 2020 mencapai 161 kasus.

“Rinciannya Demam Dengue (DD) 54 kasus, suspek DBD 25 kasus dan DBD sebanyak 82 kasus”,kata Kepala Dikes Loteng, H. Omdah, Kamis (1/10/2020) di Praya.

Diterangkan, jumlah kasus DBD tahun ini masih relatif sama dengan kasus DBD tahun lalu. “Tidak ada yang terlalu menonjol”,katanya.

Beberapa kecamatan yang paling tinggi kasus DBD nya rata-rata adalah kecamatan dengan lingkungan padat penduduk, di antaranya adalah kecamatan Praya, Jonggat dan juga Kopang.

Pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk kegiatan fogging atau pengasapan di 60 titik untuk menghindari peningkatan kasus DBD.

Kegiatan fogging nantinya akan dilakukan di beberapa tempat-tempat yang rawan terjadi peningkatan kasus DBD.

“60 titik kita sudah siapkan untuk fogging. Karena ini berbahaya tapi sampai saat ini tidak ada yang meninggal”,katanya.

Namun, cara paling efektif untuk mengatasi DBD adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Untuk itu, Dikes sudah meminta kepada semua puskesmas untuk menggaungkan PSN tersebut.