Diduga Dihipnotis Ibu Hamil, Warga Cakra Ini Kehilangan Telepon Genggam

Ilustrasi

Mataram (Inside Lombok) – Kejahatan pencurian yang dilakukan dengan cara menghipnotis korban saat ini semakin marak terjadi. Seperti kejadian yang menimpa korban dengan inisial I yang berasal dari Seganteng, Cakranegara, kota Mataram.

Berdasarkan keterangan dari orang tua korban, pelaku yang menghipnotis anaknya tersebut beraksi di kawasan taman Udayana, Mataram.

Kejadian pencurian dengan cara menghipnotis korban tersebut terjadi sekitar pukul 11:00 Wita siang tadi. Saat korban I tengah memesan es untuk ibunya. Di lokasi kejadian, korban I bersama temannya, namun ketika temannya memesan es, korban I berdiri sendirian menunggu di sebelah motornya yang diparkir di pinggir jalan.

“Kemudian, datanglah si oknum pelaku itu yang katanya seorang ibu hamil yang minta tolong untuk diantarkan ke Otak Desa, Ampenan,” terang M Bapak korban I ketika dimintai keterangan mengenai kronologi kejadian melalui sambungan telfon, Rabu (16/09/2020).

Tanpa curiga, kata M, anaknya langsung naik dan dibonceng oleh pelaku hipnotis tersebut.

“Kemudian anak saya ini langsung minta tolong ke temannya untuk menjaga motor di sana dan dia langsung pergi bersama pelaku itu,” imbuhnya.

Sesampainya di sebelah makam di wilayah Otak Desa, Ampenan, korban I langsung diturunkan setelah pelaku berhasil mengambil telepon genggam miliknya.

Melihat korban I yang terlihat linglung dan kebingungan, warga sekitar bersama ketua RT langsung meminta korban untuk beristirahat sejenak dan meminta I untuk menceritakan apa yang telah dialaminya.

“Setelah balik solat dzuhur dari masjid, saya dapat telepon katanya anak saya kena hipnotis dan ditolong oleh warga sekitar” ungkap M.

Dari kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta karena telepon merk vivo miliknya berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

“Setelah saya datang ke alamat yang dikirimkan, ya anaknya di sana benar sedang duduk dan terlihat bingung” tutur sang ayah.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada warga sekitar yang telah menolong anaknya.

“Hp biar lah sudah, yang penting sekarang anak saya selamat dan sudah berada di rumah” ucapnya.

Dari keterangan warga sekitar lokasi ditemukannya korban, diakuinya bahwa ini merupakan kejadian serupa yang sudah dua kali terjadi. Dan korban I merupakan korban kedua di lokasi yang sama.