Polisi Gagalkan Aksi Pencurian Sapi Ternak di Lombok Barat

Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti sapi ternak yang berhasil diamankan tim patroli dari aksi pencurian di Lingsar, Lombok Barat, NTB, Kamis (27/8/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (Inside Lombok) – Tim patroli kepolisian berhasil menggagalkan aksi pencurian sapi ternak di wilayah Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari di Mataram, Kamis, mengatakan, aksi kejahatan itu berhasil digagalkan oleh tim patroli lapangan yang sedang melaksanakan giat pengamanan zona malam.

“Ketika itu, kendaraan patroli anggota kami melintas di wilayah Batu Kumbung dan berpapasan dengan mobil angkot yang ngebut dari arah berlawanan,” kata Dewi.

Kendaraan angkutan umum dengan nomor plat DR 8775 AE terlihat membawa seekor sapi ternak. Karena curiga aksi mereka dilakukan pada waktu dini hari, tim patroli langsung memutar arah dan melakukan pengejaran.

“Pas supirnya diminta berhenti, malah semakin tancap gas, mereka tidak hiraukan perintah tim kami untuk menghentikan kendaraan,” ujarnya.

Karena aksi mereka semakin mencurigakan, tim patroli memberikan tembakan peringatan. Namun hal itu tidak juga dihiraukan.

“Terpaksa anggota mengarahkan tembakan ke bagian belakang mobilnya,” ucap Dewi.

Tapi kendaraan yang membawa seekor sapi ternak itu tetap melaju kencang. Alhasil aksi kejar-kejaran terjadi.

Beberapa kali tim patroli dikatakan Dewi mencoba menghentikan kendaraannya dengan tembakan terarah sampai akhirnya masuk ke wilayah Mantang, Kabupaten Lombok Tengah.

“Di wilayah Mantang kendaraannya berhenti, dekat persawahan,” katanya.

Namun setelah tim patroli menghampiri kendaraan, sudah tidak ada satu pun orang. Pelakunya diduga lebih dulu kabur ke areal persawahan.

“Jadi yang tersisa itu kendaraan sama sapi di belakang. Sudah kita amankan. Ada juga ditemukan senjata tajam jenis parang, cadar hitam, dan sarung berwarna abu-abu,” ujar dia.

Untuk pelakunya, Dewi mengatakan bahwa unit reskrim telah mendapatkan identitasnya dari keterangan tim patroli yang melakukan pengejaran. Jumlahnya tiga orang. Mereka sekarang masuk dalam daftar buronan kepolisian.

Kemudian untuk sapi ternak yang masih diamankan, Dewi mengaku belum melihat warga yang datang melaporkan kehilangan. Karena itu, sapi ternak tersebut masih diamankan di Mapolsek Lingsar.

“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan sapi dipersilakan menghubungi petugas kami,” kata Dewi. (Ant)