Tersangka Narkoba Jaringan Antarprovinsi Berencana Menikah Pekan Depan

Dua dari empat anggota sindikat narkoba antarprovinsi yang diketahui sepasang kekasih berinisial SR (Kanan) dan SU (kiri) ketika hadir dalam konferensi pers kasusnya yang dipimpin Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal di Mapolresta Mataram, NTB, Kamis (2-7-2020). Inside Lombok/ANTARA/Dhimas B.P.

Mataram (Inside Lombok) – Tersangka narkoba jaringan antarprovinsi berinisial SR alias Tio, yang ditangkap aparat gabungan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 3,3 kilogram, berencana menikah pekan depan.

“Rencananya pekan depan dia mau menikah. Dia mengaku tinggal seminggu lagi menikah. Namun, terlebih dahulu ditangkap,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson di Mataram, Jumat.

SR ditangkap aparat gabungan dari Polda NTB, BNNP NTB, dan Polresta Mataram di bawah kendali AKP Elyas Ericson pada hari Rabu (1/7) lalu di Punia, Mataram.

AKP Elyas Ericson menjelaskan penangkapan terhadap SR berdasarkan hasil pengembangan yang berawal dari penemuan plastik merah berisi tujuh bungkus poketan sabu-sabu dengan berat keseluruhan mencapai 3,3 kilogram di Karang Sukun, Mataram, Senin (29/6).

Hasil dari penemuan tersebut, aparat gabungan lebih dahulu menangkap kakak kandung SR, berinisial DD, bersama rekannya ZU dan seorang perempuan yang rencananya akan dia nikahi pekan depan, berinisial SU.

“Berangkat dari temuan di lapangan, akhirnya kami menemukan identitas SR dan melakukan penangkapan pada hari Rabu (1/7),” ujarnya.

Aparat gabungan menyita seluruh barang berharga milik SR dan juga dari DD, ZU, dan SU. Bahkan, rumah elite yang diduga dibeli SR dari hasil bisnis sabu-sabu juga turut disita.

Lebih lanjut, Ericson mengatakan bahwa penyidik telah menetapkan SR sebagai tersangka dengan sangkaan pidana Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk tiga pelaku yang turut ditangkap, kini masih berstatus saksi. Jadi, untuk peran mereka masih kami dalami lagi,” ucapnya. (Ant)