Tujuh Pelaku Curanmor Diamankan Polres Lotim, Dua Orang Merupakan Honorer Daerah

Lombok Timur (Inside Lombok) – Tim Puma Polres Lombok Timur, berhasil menangkap tujuh pelaku jaringan pencurian motor (Curanmor), dua diantaranya merupakan pegawai honorer daerah Pemkab Lotim. Di mana modus pelaku yakni setelah mencuri, langsung meminta uang tebusan kepada korban.

Adapun tujuh pelaku yang berhasil diamankan, yakni KA (29) alamat Desa Mendaya, Kecamatan Keruak, AAA (20) alamat Desa Sepit, Kecamatan Keruak, MUS (37) alamat Bungtiang, Sakbar, SNR (30) alamat Keruak, Kecamatan Keruak, BS (30) alamat Keruak, JN (40) dan AD(29) alamat Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Lotim.

Pengungkapan itu terjadi pada Rabu, (16/6), sekitar pukul 04.30 wita, yang bertempat di Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Lotim.

Kepala Seksi Humas Polres Lotim, Lalu IPTU L Jaharuddin menjelaskan, jaringan para pelaku curanmor itu bongkar setelah mencuri motor milik WE (17) alamat Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat. Di mana motor korban berhasil dicuri ketika memarkirkan motornya di teras rumahnya.

“Melihat situasi itu, dua orang pelaku langsung melancarkan aksinya dan membawa motor curian kabur ke Jerowaru di rumah milik AD,” jelasnya, Jumat (18/06/2020) .

Setalah motor berhasil dilarikan, para pelaku langsung menghubungi korban untuk meminta tebusan senilai Rp3,5 juta. Akan tetapi korban hanya mempunyai uang senilai Rp3 juta.

Setelah menerima uang tebusan, MUS bersama SNR dan BS langsung berangkat ke rumah JN di Pandan Wangi, Jerowaru. Untuk motor korban yang akan dikembalikan, sudah disiapkan oleh rekannya yang lain, yakni Jono dan Roby.

“Benar dua orang di antara pelaku itu adalan honorer daerah,” katanya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, berupa 1 unit motor milik korban, 4 unit motor yang digunakan para pelaku, 1 lembar STNK motor korban yang tersimpan didalam jok dan 5 unit Hp milik pelaku. Sementara dua pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan sedang dalam pengejaran.

“Pelaku lainnya sudah kita amankan di Polres Lotim untuk penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya.