26.5 C
Mataram
Minggu, 25 Februari 2024
BerandaLombok BaratLobar akan Jadi Kabupaten Pertama Terapkan Sistem Talent Pool di NTB

Lobar akan Jadi Kabupaten Pertama Terapkan Sistem Talent Pool di NTB

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebanyak 340 ASN eselon III, IV dan pejabat fungsional mengikuti asesmen yang digelar Pemda Lobar selama sepekan untuk persiapan sistem Talent Pool atau Manajemen Talent Aparatur Sipil Negara (ASN). Tujuannya untuk dapat memetakan profil pimpinan tinggi yang potensial, sebagai dasar penilaian untuk pengembangan potensi para pejabat ASN tersebut.

“Kegiatan uji kompetensi yang dilaksanakan di Lombok Barat dalam rangka percepatan talent pool,” jelas Ketua Tim Uji Kompetensi Kabupaten Lombok Barat, Dr. MA Muazar Habibi, akhir pekan kemarin.

Kata dia, Lobar akan menjadi kabupaten pertama di NTB yang menerapkan Talent Pool pada akhir 2024 mendatang. Apabila proses asesmen yang diikuti Eselon III, IV dan fungsional itu berjalan dengan lancar, pengisian jabatan eselon II yang kosong tak perlu lagi menggunakan seleksi terbuka atau pansel.

“Ini sangat penting, sehingga nanti mengurangi efek-efek like it’s unlike,” terangnya. Terlebih, dia menyebut proses dilakukan secara komprehensif melalui uji kompetensi dengan standar psikologi dan beberapa komponen penilaian yang sudah diatur dalam Peraturan Badan Kepegawain Negara (PerBKN), agar ke depannya pencarian pejabat yang akan mengisi eselon II bisa langsung mengunakan hasil uji kompetensi itu tanpa melalui proses seleksi terbuka. “Jadi bisa langsung kita petakan per-individu, per OPD dan nanti ada klaster bagian OPD mana yang bisa menempati posisi OPD yang mana (lain),” pungkasnya.

- Advertisement -

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pengadaan, Data dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar, Hirman merincikan jumlah ASN yang mengikuti Assesment itu sebanyak 340 orang.

Terdiri dari Pejabat Administrator (Eselon III) sebanyak 113 orang, Pehabat Pengawas (Eselon IV A) 204 orang dan Jabatan Fungsional Tertentu sebanyak 23 orang. Di mana tujuan dari asesmen itu sendiri diakuinya untuk kompetensi dan pemetaan potensi para ASN tersebut. “Pelaksanaanya sekitar sepekan, yang telah dimulai sejak 1 Februari lalu. “Jadi sehari itu diikuti 50 pejabat,” singkatnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer