25.5 C
Mataram
Jumat, 1 Maret 2024
BerandaLombok BaratLobar Usulkan 3.400 Hektare untuk Lahan Abadi Pertanian

Lobar Usulkan 3.400 Hektare untuk Lahan Abadi Pertanian

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Pertanian Lobar berencana menetapkan 3.400 hektare lahan di Lobar untuk menjadi lahan abadi pertanian. Langkah ini dinilai penting, terutama menyikapi semakin menyusutnya lahan pertanian di Pulau Lombok secara umum dan Lobar secara khusus, akibat tergerus proyek pembangunan yang semakin masif.

Saat ini lahan seluas 3.400 hektare itu masih aktif dimanfaatkan untuk bercocok tanam oleh para petani, walaupun di tengah kondisi El Nino. “Saya bangga, walaupun El Nino tapi di Lobar itu masyarakat masih bertani. 3.400 hektare itu masyarakat Lobar masih menanam, dan itu akan dijadikan lahan abadi (pertanian),” ujar Kadis Pertanian Lobar, Lalu Winengan, Senin (06/11/2023).

Pihaknya berencana mengusulkan lahan abadi pertanian itu di 2024 mendatang. “Lahan abadi ini tidak boleh disentuh oleh apapun, maka negara harus turun tangan (untuk menjaga dan memberdayakan) untuk membantu rakyat,” ungkap pria berkepala plontos ini.

Winengan menyebut hal itu sesuai dengan sudut pandang negara yang menganggap petani sebagai pahlawan pangan, yang membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. “Ini (lahan abadi pertanian) nanti akan mendapatkan support (dukungan) dari negara, baik itu untuk pengolahan tanahnya, nanti untuk pasca panennya, termasuk bibit dan pupuk,” harapnya.

- Advertisement -

Ia pun mendukung jika petani menjual beras dengan harga tinggi, demi kesejahteraan mereka. Menurut Winengan di sana lah pemerintah seharusnya dapat memberikan subsidi pangan, dengan membeli beras dari petani dengan harga tinggi, lalu memberi subsidi.

Cara itu diyakini bisa membuat beras yang dijual kepada masyarakat harganya bisa rendah dan tidak memberatkan. “Kalau ada subsidi pangan, maka gak akan ada orang susah. Dari pada untuk membangun, cukup berhenti dulu membangun, berikan makan rakyat,” tandasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer