Kabar Gembira, Belanda Butuh Ribuan Perawat Asal Indonesia

Ilustrasi (sumber foto: merdeka.com)

Mataram (Inside Lombok) – Bagi calon Pekerja Migram Indonesia (PMI) yang merencanakan untuk bekerja di luar negeri, Belanda bisa menjadi pilihan menarik. Pasalnya negeri kincir angin tersebut membuka kesempatan bekerja seluas-luasnya, khususnya bagi PMI, untuk menjadi perawat (care giver) mengingat jumlah penduduk lanjut usia mereka yang terus meningkat.

“Ini tentu menjadi peluang kerja baru bagi pekerja Indonesia untuk menjadi perawat di Belanda. Selama ini perawat kita lebih banyak bekerja ke Jepang dan Korea Selatan,” kata Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, dikutip dari situs resmi Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Sabtu (16/02/2019).

Hanif menerangkan, untuk menindaklanjuti tawaran tersebut pemerintah akan terus menyiapkan kopetensi calon perawat melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker. Hal tersebut sebagai langkah awal persiapan pengiriman PMI ke Belanda.

“Kita ingin terus meningkatkan jumlah pekerja formal di luar negeri,” ujar Hanif.

Menaggapi hal tersebut, Presiden Indonesia Diaspora Network, Ebed Litaay mengatakan bahwa pada Mei 2019 akan dikirim 12 orang perawat asal Indonesia. Namun jumlah tersebut dirasa belum mencukupi, mengingat Belanda membutuhkan ribuan perawat untuk bekerja di Panti Jompo di sana.

“Untuk tahap pertama akan berangkat 12 orang ke Belanda pada bulan Mei. Kita bicara dengan Bapak Menteri untuk menambah lagi, karena 12 orang masih terlalu sedikit,” ujar Ebed.

Secara umum negara-negara Eropa, termasuk Belanda, memang membutuhkan perawat sebab di negara-negara tersebut terjadi penurunan populasi usia produktif. Kemnaker memprediksi kebutuhan perawat untuk di Belanda saja sekitar 110 ribu orang.

“Kita sudah menghubungi rumah sakit, asuransi, dan kementerian terkait di Belanda untuk mengetahui jumlah pasti kebutuhan akan perawat lansia di sana,” ujar Ebed.

Ebed juga menerangkan, bahwa bekerja sebagai perawat di Belanda adalah kesempatan yang sangat menjanjikan dari segi penghasilan. Pekerja di Belanda mendapat bayaran paling rendah sebesar 1500 euro atau setara Rp25 juta sampai dengan Rp30 juta per bulan. Menurut Ebed, gaji perawat sendiri pasti lebih besar dari standar gaji paling rendah tersebut.