Banjir Bandang di Sentani Papua, 70 Orang Meninggal Dunia

(sumber foto: detik.com)

Mataram (Inside Lombok)- Banjir Bandang menerjang 9 kelurahan di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura provinsi Papua pada Sabtu (16/03/2019) malam.

Hujan deras yang mengguyur kawasan Sentani, Jayapura mencapai 50.5 mm/jam membuat palung sungai yang berada disekitar Sentani tidak mampu menampung debit air. Hal ini yang menyebabkan banjir bandang terjadi. Selain itu juga, terdapat kemungkinan indikasi bahwa sebelumnya terjadi longsoran-longsoran yang kemudian membendung alur-alur sungai di hulu.

“Itulah yang menyebabkan mengapa terjadi banjir bandang dengan material kayu-kayu gelondongan, batu-batu sedimen banyak yang dialurkan di kecamatan Sentani,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNBP, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya pada Minggu (17/03/2019).

Sutopo juga menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan lama. Banjir seperti ini juga pernah tejadi pada 2007 di Distrik Sentani.

Data sementara jumlah korban jiwa meninggal dunia sebanyak 70 orang, 17 diantaranya sudah teridentifikasi. Sedangkan, korban luka-luka sebanyak 43 orang dan lebih dari 1.500 orang mengungsi. Sementara kerusakan material mencapai 350 rumah rusak parah, tiga jembatan rusak berat, delapan drainase hancur, dan empat ruas jalan rusak berat. 

Hingga kini Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI dan relawan melakukan penanganan darurat. Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban masih dilakukan di daerah terdampak.