Setelah Gagal ke China, Zohri Batal ke Australia Imbas Virus Corona

Lalu Muhammad Zohri (tengah) ketika mengikuti final lari nomor 200 meter U-20 di Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U-20 dan Senior 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). (Inside Lombok/ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Jakarta (Inside Lombok) – Sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri batal melakukan uji coba jelang Olimpiade pada ajang Brisbane Oceania Area Permit 2020 di Australia pada 20 Maret akibat merebaknya virus corona yang telah menyebar hingga ke luar kawasan Asia.

“Setelah mengamati perkembangan situasi sehubungan dengan masalah Covid-19, uji coba ke Brisbane dibatalkan,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung yang dihubungi di Jakarta, Rabu.

Brisbane Oceania Area Permit 2020 merupakan kejuaraan pengganti untuk ketiga kalinya bagi Zohri setelah sebelumnya ia gagal tampil di Kejuaraan Atletik Asia Indoor 2020 di Hangzhou, China pada 12-13 Februari serta Kejuaraan Atletik Dunia Indoor di Nanjing, China yang berlangsung pada 13-15 Maret.

Dengan pembatalan tersebut, atlet asal Lombok, NTB itu terancam tidak akan menjajal laga uji coba di luar negeri sebelum berlaga di Olimpiade 2020 Tokyo pada Juli mendatang.

Selain Zohri, PB PASI juga berencana menurunkan pelari gawang Emilia Nova dan atlet lompat jauh Sapwaturrahman ke kejuaraan tersebut.

“Apa boleh buat. Kita juga tidak berharap seperti ini, namun keadaan yang membuat demikian,” ujar Tigor.

Tigor menambahkan pihaknya juga khawatir apabila terus ngotot terbang ke Australia, nantinya justru terjadi pembatalan. Apalagi otoritas setempat telah menerapkan aturan pembatasan penerbangan dari beberapa negara sebagai antisipasi pemerintah untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas.

Australia menjadi salah satu negara yang telah melaporkan kasus positif corona. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Austaralia per 4 Maret, telah ada 41 kasus terkonfirmasi Covid-19 di negara kanguru itu. 21 dari 41 kasus tersebut dilaporkan tengah dalam proses pemulihan. (Ant)