Tragedi Pesawat Jatuh, Boeing Max Dilarang Terbang di Seluruh Dunia

Ilustrasi (sumber foto: liputan6.com)

Mataram (Inside Lombok)- Amerika Serikat akhirnya mengeluarkan pernyataan melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX setelah 40 negara dunia termasuk Cina, Uni Eropa, dan Indonesia menghentikan operasional pesawat tersebut.

Donald Trump mengumumkan langkah ini merupakan kekhawatiran global mengenai keamanan pesawat.

“Kami akan mengeluarkan perintah darurat untuk melarang seluruh operasi 737 Max 8 dan 737 Max 9. Keamanan semua masyarakat Amerika dan global adalah pertimbangan utama kami,” kata Trump kepada reporter di Gedung Putih pada Rabu (13/03/2019) (dikutip dari channel news asia).

Menanggapi hal tersebut CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengatakan mendukung langkah tersebut karena keselamatan juga menjadi prioritas bagi perusahaan Boeing.

Muilenburg juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban, dan akan terus melakukan segala upaya untuk mendalami penyebab kecelakaan serta memastikan masalah ini tidak terjadi lagi.

Pelarangan terbang ini berkaitan dengan kecelakaan Ethiopian Airlines pesawat buatan Boeing yang menewaskan 157 orang pada Minggu (10/03/2019).

Tipe pesawat tujuan Nairobi-Kenya ini sama dengan tipe pesawat Lion Air uang jatuh pada Oktober 2018 lalu dan menewaskan 189 orang. Banyak pihak mengatakan terdapat kemiripan antara kedua kecelakaan tersebut.

Pesawat Boeing Max 8 milik Lion Air (sumber foto: liputan6.com)

Diketahui terdapat sekitar 350 unit pesawat Boeing 737 Max yang beroperasi di seluruh dunia. Namun, buntut tragedi Ethiopian Airlines membuat sejumlah negara mengandangkan pesawat tersebut. Keputusan ini membuat pesawat Boeing 737 Max tidak lagi mengudara diseluruh dunia.