Berkunjung ke Sembalun Akan Dikenakan Tarif, Bagaimana Menurutmu?

Kadispar Lotim H. Muhni. (Inside Lombok/M. Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pariwisata Sembalun kini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Masyarakat tidak akan bisa masuk lagi secara gratis maupun secara bebas. Pasalnya Dinas Pariwisata Lotim akan mengusulkan beberapa destinasi di Sembalun menjadi Kawasan Patiwisata Khusus (KPK).

Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H Mugni mengatakan pihaknya sudah mengusulkan wisata Sembalun tersebut menjadi wisata KPK. Akan dilakukan penjagaan di dua pintu masuk, yaitu di wilayah Sapit dan Kokok Putek.

“Penarikan tarif pariwisata Sembalun tersebut juga dimaksudkan untuk membatasi jumlah pengunjung yang kini ramai tak terkendali,” ujarnya kepada Inside Lombok di Selong, Jumat (26/06/2020).

Namunwisata sembalun yang dicanangkan menjadi daerah KPK tersebut masih dalam tahap pengusulan. Hingga berita ini ditulis, masih belum ada penerbitan Perbup maupun Perda untuk pelaksanaannya.

“Kita telah menyiapkan implikasinya dan masih menunggu keputusan dari Bupati apakah usulan tersebut disetujui dengan penerbitan Perbup,” ungkapnya.

Langkah tersebut juga diambil untuk mengatasi kerumunan, kemacetan dan juga mengurangi risiko kecelakaan.

Selain itu, Sekretaris Daerah Lotim M Juaini Taofik mengatakan destinasi wisata Sembalun akan dilakukan penjagaan oleh tim gabungan. Yang terdiri dari Polri, TNI, Pol PP dan Dishub guna menjaga dua pintu masuk ke wilayah tersebut.

“Kita akan batasi pengunjung yang akan menuju Sembalun dengan mengerahkan tim gabungan,” ucapnya.

“Mulai sabtu gugus tugas tim gabungan akan melakukan pembatasan di Sapit dan Kokok Putek dalam arti membatasi kerumunan di wilayah Pusuk,” katanya.

Lanjutnya, wisatawan boleh berwisata ke Sembalun. Akan tetapi tidak boleh berlama di pusuk. Jika wisatawan sudah ramai di Pusuk, maka tim gabungan akan menutup pintu masuk ke sembalun guna pembatasan pengunjung.

“Mulai Sabtu-Minggu besok, wisata Sembalun akan kita siapkan tim gabungan,” pungkasnya.