Desa Lantan Wakili Provinsi NTB Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional

Salah satu air terjun yang ada di desa Lantan Lombok Tengah. (piknik today.com)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok tengah mewakili Provinsi NTB pada lomba desa pangan aman tingkat nasional. Tim Verifikator melakukan penilaian terhadap desa berpenduduk 6.664 jiwa itu pada Kamis (4/6/2021) kemarin.

Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri mengatakan ketersediaan pangan di Kabupaten Lombok Tengah sangat banyak sehingga bisa dikonsumsi oleh masyarakat serta wisawatan yang datang berkunjung.

Luas lahan pertanian di Lombok Tengah lebih dari 50 ribu hektare. Sehingga dengan luas lahan tersebut akan mampu melayani kebutuhan pangan bagi masyarakat. Pemerintah daerah saat ini juga sedang menggalakkan penggunaan non pestisida agar hasil dari tanaman tersebut alami.

“Kami tidak ingin melihat insektisida berkembang, pupuk alami dikembangkan agar tanaman hasilnya alami. Kesehatan diutamakan, siapapun yang konsumsi makanan di Lombok Tengah menjadi aman” katanya.

Tim Verifikator telah mempercayakan Desa Lantan sebagai desa yang mewakili Provinsi NTB pada lomba desa pangan aman tingkat nasional.

Kades Lantan Erwandi, mengatakan Desa Lantan akan menjadi salah satu desa destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Luas desa ini 1.425 meter persegi. Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 2023 dengan jumlah penduduk 6664 jiwa yang tersebar di 10 Dusun. Dari dusun yang ada terdapat dusun dusun yang memiliki destinasi.

“Ada 9 air terjun. Tahun 2020 sudah matang dan maksimal mengelola destinasi tersebut” ungkapnya.

Terhadap konsumsi pangan aman, katanya, pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah melakukan pembinaan sejak tahun 2020. Sehingga sekarang masyarakat sudah faham terhadap makanan yang sehat.

Sebagai desa wisata, akan disuguhkan makanan yang aman untuk dikonsumsi. Untuk pendampingan maka dibentuk kader ketahan pangan menjadi 60 an orang, yang awalnya hanya 9 orang.

Hal itu dilakukan agar dapat memberikan bimbingan dan masukan kepada masyarakat terhadap makanan sehat dan layak dikonsumsi.

Sementara itu Ketua Tim Verifikator lomba, Diah Sulistio Rini, mengatakan tim verifikator terdiri dari BPOM dan dari Dinas Ketahanan Pangan.

Ketahanan pangan melihat beberapa aspek hal mulai dari tanaman yang ditanam, produksi yang dipasarkan hingga makanan yang disuguhkan ke meja makan.

“Namun itu harus dipastikan aman. Pangan adalah kebutuhan yang paling utama,”ujarnya.

Pangan yang sehat dan aman dimaksudkan untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang kuat.