Dinas PUPR Mataram Segera Cek Pedestrian Pantai Ampenan Akibat Abrasi

Seorang pedagang di kawasan Pantai Ampenan menunjukkan kondisi pedestrian yang keropos akibat abrasi pantai. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram segera melakukan pengecekan terhadap kondisi pedestrian di Pantai Ampenan yang terindikasi berlubang akibat abrasi pantai.

“Hari ini juga, kami akan turun melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab dan mencari solusi terhadap kondisi pedestrian yang berlubang dan keropos,” kata Kepala Dinas PUPR Mataram, Miftahurrahman di Mataram, Kamis (18/07/2019).

Ia menyataan itu menanggapi laporan masyarakat yang menyebutkan kondisi pedestrian di Pantai Ampenan berlubang, padahal tanggul pantai masih kokoh berdiri. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pedagang di seputar Pantai Ampenan menutup lubang tersebut dengan alat seadanya.

Ia menduga, kondisi itu terjadi karena adanya tekanan akibat gelombang pasang sehingga terjadi abrasi atau tarikan dan pergerakan struktur tanah bangunan penahan dan pedestrian yang mengakibatkan terjadi keropos.

“Akibat pergerakan struktur itu akan menggerus bagian sisi terlemah, dan pedestrian inilah yang berdampak karena batu sikat yang ada di atas pedestrian bersifat aksesori tidak memiliki kekuatan,” katanya.

Namun demikian, sebelum pihaknya melihat langsung kondisi pedestrian dan kondisi pantai, belum bisa merencanakan penanganan yang akan diambil oleh Dinas PUPR.

“Kami belum bisa pastikan apa yang akan kita lakukan terhadap kondisi itu, karena itulah langkah awalnya kita turun cek ke lokasi,” lanjutnya.

Terkait masalah penanganannya, akan dibahas dengan Dinas Pariwisata selaku organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan Pantai Ampenan.

“Jika itu hanya keropos biasa, mungkin kita akan coba tangani dengan penimbunan atau membuat talut sementara. Jika tidak, maka perlu ada anggaran khusus yang harus diusulkan,” sebutnya.

Tekait dengan kondisi pedestrian yang berlubang dan keropos, Miftarurrahman mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas pada areal tersebut untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (Ant)