Dispar: Lapak Kuliner Loang Baloq Segera Dimanfaatkan

Lapak kuliner pedagang kaki lima (PKL) di Taman Loang Baloq, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera ditempati. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, sebanyak 25 lapak kuliner di objek wisata Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela segera dimanfaatkan.

“Insya Allah, Februari 2021, lapak sudah mulai ditempati pedagang kuliner yang ada di Loang Baloq,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram  Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Jumat.

Sebanyak 25 lapak itu disiapkan untuk pedagang kuliner seperti ikan bakar khas Loang Baloq dan kelapa muda di sekitar pinggir jalan Taman Loang Baloq yang selama ini terkesan semrawut.

“Jadi pedagang-pedagang kuliner di pinggir jalan saat ini, akan kita arahkan untuk masuk dan menempati lapak yang sudah disiapkan,” katanya.

Namaun penempatan lapak mulai bulan Februari, lanjutnya, merupakan penempatan lapak sementara artinya pedagang boleh menempati lapak secara percuma sebelum diberlakukan retribusi. Pasalnya, saat ini Dispar Kota Mataram masih menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) terkait pemanfaatan lapak tersebut untuk diusulkan ke DPRD setempat.

“Proses pembuatan perda dan perwal butuh waktu lumayan lama, sementara lapak sudah rampung dibangun. Sayang kalau tidak ditempati langsung,” katanya.

Menurutnya, pembuatan perda dimaksudkan sebagai dasar mengatur pemanfaatan lapak, karena ada retribusi yang harus dibayar oleh pengguna lapak. Besaran retribusi akan diatur kemudian melalui peraturan wali kota (perwal).

“Kisaran retribusi sewa lapak yang akan kita tetapkan sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per bulan. Angka itu, masih fleksibel karena proses pembahasan perwal belum dimulai,” katanya.

Lapak kuliner Loang Baloq yang dibangun dengan anggaran Rp2,1 miliar bersumber dari Kementerian Pariwisata itu, merupakan tahap pertama dari rencana penataan menyeluruh pada areal Taman Loang Baloq di bagian selatan.

“Lapak kuliner itu, dibangun dengan desain terbuka agar para pengunjung bisa menikmati suasana pantai sekaligus. Lapak kuliner itu dibangun menghadap ke utara dan sarat kearifan lokal,” katanya. (Ant)