Dispar Mataram Usulkan Kendaraan “City Tour”

Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat akan menjadi salah satu tujuan dari program "city tour" untuk wisata religi. (ANTARA /Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mengusulkan kendaraan untuk mendukung program “city tour” di Kota Mataram, sebagai bagian dari promosi pariwisata di kota ini.

“Kami rencananya, mengusulkan dua unit bantuan bus ‘city tour’. Usulan itu, kami sampaikan ke Kementerian Pariwisata pada Kamis (6/2), ke Jakarta,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Senin.

Dua kendaraan “city tour” yang diusulkan itu berupa bus bertingkat dengan kapasitas 60 seat, yakni 30 di bawah dan 30 di atas.

“Bus dengan 60 seat itu, kami rasa cukup memadai untuk melayani wisatawan. Penuh atau tidak penuh bus akan tetap jalan beroperasional sesuai dengan jadwal yang akan kita tetapkan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan bus “city tour” di Kota Mataram saat ini sudah menjadi kebutuhan, hal itu sesuai dengan hasil koordinasi dengan Asosiasi Hotel Mataram (AHM) yang langsung memberikan apresiasi.

Dengan adanya kendaraan “city tour”, AHM bisa bekerja sama dengan pemerintah kota untuk mengambil para wisatawan yang menginap di setiap hotel kemudian melakukan “city tour” ke sejumlah objek wisata di Kota Mataram.

Baik itu objek wisata alam, religi, kuliner maupun ke pusat-pusat perbelanjaan yang menjajakan berbagai produk-produk unggulan Kota Mataram.

“Kendaraan ‘city tour’ tersebut direncanakan akan stanby di depan Taman Sangkareang, dan akan beroperasional sesuai dengan jadwal yang ada,” katanya.

Menyinggung tentang biaya, Denny begitu Kepala Dinas Pariwisata ini akrab disapa, mengatakan, untuk besaran biaya bagi penumpang bus “city tour” akan dibahas selanjutnya. Intinya, keberadaan bus bisa juga menjadi peluang untuk menambah pendapatan daerah melalui retribusi.

Sementara terkait masalah target realisasi, pihaknya belum bisa menargetkan karena untuk saat ini dirinya masih mencoba mencari peluang ke pemerintah pusat sambil melihat perkembangannya apakah ada pengalihan ke pemerintah provinsi atau tidak.

“Kita belum berani targetkan, karena kalau tidak bisa terealisasi bisa mengundang kecewa. Yang penting sekarang kita usakan dan berbuat maksimal agar pemerintah bisa memberikan bantuan kendaraan,” katanya. (Ant)