Home Pariwisata & Budaya Ini Tujuh Inovasi Kampung Sehat di Sekotong Tengah

Ini Tujuh Inovasi Kampung Sehat di Sekotong Tengah

Ekowisata mangrove, salah satu inovasi yang diunggulkan Sekotong Tengah dalam lomba kampung sehat tingkat provinsi. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Sebagai salah satu desa yang mewakili Lombok Barat dalam ajang lomba kampung sehat, Desa Sekotong Tengah, kecamatan Sekotong ini terus melalukan berbagai inovasi.

“Sebenarnya apa yang jadi penilaian di lomba kampung sehat ini adalah tugas sehari hari yang kita lakukan di desa, bukan saja pas lomba” terang Kades Sekotong Tengah, Lalu Saripuddin, saat ditemui di kamtornya, Selasa (13/10/2020).

Di lokasi yang bersamaan, Sekdes Sekotong Tengah, Muhammad Rasid mengakui bahwa Desanya telah membuat 7 terobosan yang akan ditonjolkan dalam perlombaan kampung sehat di tingkat provinsi, diantaranya :

1. Adanya lembaga-lembaga khusus penanganan bencana. Karena desa Sekotong Tengah ini termasuk rawan bencana. Sehingga sejak 2017 pihak desa memiliki program untuk memberi pelatihan bidang kebencanaan pada beberapa lembaga desa.

“Itu ada relawan berbasis masyarakat (Sibat), relawan desa tangguh bencana (Destana) dan juga kampung siaga bencana (KSB). Walau tupoksinya beda-beda tapi mereka sama-sama bergerak untuk menganggulangi bencana” terang Sekdes Sekotong Tengah ini.

2. Taman bermain anak, sebagai upaya untuk menciptakan desa layak anak. Dan mencegah pernikahan dini.

3. Lembaga adat Krame desa (bale mediasi) sebagai wadah untuk mediasi jika terjadi permaslahan diantara warga, dengan pendematan kearifan lokal.

4.kelompok asuhan mandiri tanaman obat keluarga yang pernah menyabet kejuaraan nasional.

5. Ekowisata mangrove di Pantai Tanjung Batu, sebagai kawasan konservasi dan wisata.

6. Kandang kumpul untuk menciptakan kebersihan limgkungan dan kamtibmas.

7. Badan usaha milik desa yang memiliki 7 unit usaha.

“Selain itu, ada juga radio komunitas Ampera yang kita jadikan sebagai media darurat covid-19” ujar Rasid.