Ladang Ilalang di Dusun Buntage Jadi Destinasi Wisata Baru

Suasana wisata taman ilalang Dusun Buntage, Desa Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat, saat sedang ramai pengunjung, ketika menjelang matahari terbenam. Sabtu (12/09/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Musim kemarau panjang tahun ini dimanfaatkan oleh para pemuda yang ada di Dusun Buntage, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat untuk menjadikan lahan sawah kosong menjadi destinasi wisata. Ini merupakan sawah milik seorang warga yang dipenuhi tumbuhan ilalang.

Taman ilalang di dusun Buntage dengan latar pegunungan ini dalam satu bulan terakhir cukup menyedot animo masyarakat. Mereka menikmati sensasi swafoto ciamik di ladang ilalang ini.

“Tempat ini viral karena awalnya itu ada salah satu warga yang memposting di sosmednya saat dia sedang fotoan di sini (taman ilalang)” ungkap Eza, salah seorang pemuda yang turut mengelola lokasi wisata taman ilalang, saat ditemui di taman ilalang Buntage, Sabtu (12/09/2020).

Terkait pengelolaannya, Eza menyebutkan, para pemuda yang ada di dusun Buntage ini saling bersinergi untuk dapat memberikan pelayanan kepada pengunjung yang datang.

“Kita di sini mengutamakan keamanan dan kebersihan, supaya pengunjung yang datang ke sini merasa aman dan nyaman” jelasnya.

Memasuki area taman ilalang ini, pengunjung cukup mengeluarkan biaya Rp 2.000 untuk membayar biaya parkir saja. Tidak ada pungutan lain yang dibebankan kepada pengunjung.

Kemudian uang parkir yang ditarik oleh pengelola, sambung Eza, nantinya akan digunakan untuk memperbaiki dan membuat spot foto baru di dalam kawasan taman tersebut.

“Uang pengelolaannya nanti mungkin bisa kita gunakan untuk menambahkan spot selfie seperti membuatkan hiasan atau tulisan atau juga nanti bisa kita buat rumah pohon” ungkapnya.

Namun dari penarikan uang parkir tersebut, pemilik lahan, kata Eza, akan diberikan bagian sekitar Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per hari nya.

“Untuk pendapatan sehari itu rata-rata kita dapat bisa sampai Rp 250.000 bahkan pernah kita dapat Rp 400.000 kalau akhir pekan” ungkapnya.

Taman ini ada saat musim kemarau saja. Karena pada dasarnya kawasan ini merupakan sawah milik warga. Sehingga ketika musim hujan, taman ilalang ini berubah menjadi sawah yang ditanami padi.

“Karena ini musiman dan lokasi ini adalah tanah milik warga di dusun kami, jadi nanti ketika turun hujan, sawah ini akan digarap kembali dan ditanami padi” imbuhnya.

Terkait jumlah pengunjung dalam sebulan setelah lokasi tersebut viral di media sosial. Perharinya yang datang untuk berswafoto tidak hanya muda mudi saja, tetapi juga orang tua yang turut antusias untuk mengabadikan momen di ladang ilalang tersebut. Sehingga orang yang datang berkunjung ke sana bisa sampai 190 orang.

Pengunjung datang tidak hanya dari kawasan Kuripan dan Lombok Barat saja, tetapi kata Eza, ada juga yang dari Mataram bahkan wisatawan dari Bali yang sedang berlibur ke Lombok juga mendatangi lokasi tersebut.

“Biasanya pengunjung itu ramai datang ketika jam 15:00 wita sampai 17:30 witakarena ngejar sunset,” pungkasnya.

Pengunjung juga bisa menyewa jasa fotografer yang ada di taman itu. Para pemuda berinisiatif menyediakan jasa foto untuk memberikan hasil foto yang maksimal.

“Kita di sini juga buka jasa foto dan untuk satu fotonya itu cukup bayar Rp 1000 saja” ungkap kata Eza.

Para pengelola dan pemilik lahan yang sekarang menjadi taman ilalang Buntage tersebut berharap, supaya Pemda melalui OPD terkait dapat juga membantu mereka untuk mengelola lokasi wisata musiman tersebut. Salah satu harapannya supaya Pemda dapat membantu mereka untuk menyiramkan tumbuhan ilalang yang ada di sana. Karena lokasi lahan tersebut saat ini masuk dalam wilayah kekeringan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar, H. Saeful Ahkam, menyebutkan bahwa terkait dengan penanganan kekeringan yang di loksi tersebut bukan merupakan ranah Dispar, tetapi tugas OPD yang lain. Tapi untuk saat ini, penanganan kekeringan lebih diprioritaskan untuk kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini nanti bisa digarap oleh OPD lain, untuk musim kemarau seperti sekarang, prioritas itu masih untuk kebutuhan dasar dulu” katanya saat diminta tanggapan melalui whatsapp, Minggu (12/09/2020).

Namun terkait untuk pengembangan pariwisata musiman di Dusun Buntage tersebut, Ahkam mengakui bahwa, Dispar akan merangkul pengelolaannya melalui pemerintah desa.

“Kadesnya besok kami undang untuk pelatihan desa wisata, sehingga pembinaannya bisa lebih sistematis” terangnya.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar ini, mengapresiasi inisiatif dari para pemuda Dusun Buntage untuk mengembangkan pariwisata musiman tersebut. Terlebih lagi di masa pandemi ini. Karena hal ini, dapat membantu para pemuda yang mengelola taman ilalang tersebut memiliki aktivitas baru yang positif, serta dapat membantu menambah pendapatan mereka.

“Munculnya banyak spot seperti ini bagus, bisa memperkaya destinasi sekaligus bisa menjadi titik awal pembelajaran hospitality warga. Tapi saya ingatkan untuk tetap mengutamakan sapta pesona,” tutup Ahkam.