Mandalika Punya Public Area, Warga Bebas Keluar Masuk

Pantai Kuta yang ada di KEK Mandalika. (Inside Lombok/IL1)

Praya (Inside Lombok) – Semakin berkembangnya investasi di Mandalika mendandakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini semakin banyak dilirik investor. Dengan demikian, potensi pengembangan perekonomian di kawasan ini juga akan turut berkembang. Namun terdapat kekhawatiran dari warga dan wisatawan lokal. Mereka khawatir tidak bisa lagi berkunjung ke pantai, karena diprivatisasi investor.

Namun, warga tidak perlu khawatir tentang hal itu. Karena, di Mandalika terdapat public area yang dapat dikunjungi secara bebas. Tiada batasan untuk warga di area itu. Sehingga warga dan wisatawan dapat dengan bebas menikmati keindahan Mandalika.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Moh Faozal. Ia meminta warga tidak perlu khawatir. Soal pembatasan yang terjadi saat ini disebabkan karena masih adanya pengerjaan berbagai proyek di kawasan itu.

“Target Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC), Agustus sudah rampung, rest area di public area akan menjadi venue untuk kunjungan peserta Annual Meeting IMF-World Bank,” ujarnya.

KEK Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh delegasi IMF-World Bank nantinya. Mandalika menawarkan wisata bahari dengan pesona pantai dan bawah laut yang memukau.

Untuk mempersiapkan hal itu, ITDC juga telah menyiapkan areal khusus UMKM yang nantinya berada tepat di samping Masjid Nurul Bilad. Ini diharapkan dapat segera beroperasi. Sehingga masyarakat sekitar dapat berjualan dengan rapi di area itu.

Yang jelas, ITDC dan investor tidak punya hak untuk menutup. Sehingga ditegaskan bahwa public area sepanjang 1,2 Km itu tidak akan ditutup, hanya sampai proyek pengerjaan rampung dikerjakan. (IL1)