Masjid-masjid Kuno di Lombok yang Harus Kamu Ketahui

Mataram (Inside Lombok) – Lombok terkenal dengan julukannya sebagai pulau seribu masjid. Namun, di antara banyaknya masjid yang tersebar di berbagai desa dan kota, ternyata ada beberapa masjid kuno yang sudah ada sejak dahulu kala. Masjid menjadi saksi sejarah masuknya agama Islam di Pulau Lombok.

Berikut beberapa masjid kuno yang menarik untuk diketahui:

1. Masjid Kuno Rambitan
Seperti namanya, masjid ini berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pendirian masjid ini dihubungkan dengan Wali Nyato, yaitu penyebar agama Islam di Lombok yang letak makamnya 2 km dari masjid. Uniknya, pintu masjid ini bukan dari arah timur layaknya masjid-masjid lain, melainkan dari arah selatan (samping kiri masjid). Selain itu, terdapat juga mahkota burung pada atap masjid yang diyakini dapat berubah-ubah arah oleh masyarakat Rambitan.

2. Masjid Kuno Gunung Pujut
Masjid ini berada di puncak bukit yang dikenal dengan nama Gunung Pujut. Keberadaan masjid ini masih difungsikan sebagai tempat i’tikaf, tafakkur, dan berbagai acara ritual pribadi. Tetapi sudah tidak difungsikan sebagai tempat peribadatan aktif.

3. Masjid Tua Karang Bayan
Sekilas, masjid kuno yang berada di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat ini mirip dengan rumah-rumah tradisional masyarakat Sasak. Atap masjid ini berbentuk limasan, berbeda dengan kebanyakan masjid kuno di Lombok yang atapnya berbentuk tumpang. Hal unik dari masjid ini adalah di dalam masjid terdapat dapur yang diperuntukkan untuk keperluan Maulid Nabi Muhammad SAW.

4. Masjid Kuno Salut
Masjid yang satu ini berada di Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Di depan mihrab masjid ada makam yang diyakini sebagai makam orang yang menyebarkan agama Islam di Salut. Menariknya juga, pada atas mimbar terdapat ornamen berbentuk kepala naga.

5. Masjid Kuno Gumantar
Lokasi masjid ini terletak di Dusun Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Kalo masjid Rambitan pada atapnya ada mahkota burung, pada masjid ini pada bagian atapnya terdapat mahkota berbentuk ayam jago (Sawung). Menurut tokoh adat sekitar, ayam ini bermakna karena ayam lah yang membangunkan orang di pagi hari, ayam mengingatkan kita tentang datangnya kehidupan baru.