Pelaku Wisata di Lombok Tengah Makin Babak Belur

Salah satu potret wisata di Lombok Tengah. (Inside Lombok /dok)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Bisnis pariwisata di Lombok Tengah kini babak belur dihantam pandemi Covid-19. Ditambah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang terus diperpanjang oleh pemerintah pusat.

Para pelaku wisata di Lombok Tengah mengaku pasrah dengan kondisi ini. Namun tetap meminta pemerintah melakukan upaya agar sektor pariwisata yang sudah di ujung tanduk tidak makin terpuruk.

“PPKM ini membunuh pelaku wisata. Yang dipikirkan hari ini hanya bagaimana menjaga kesehatan. Tapi tidak pernah mereka berpikir dampak ekonomi. Ini kan sama-dama bahaya,”kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Lombok Tengah, Syamsul Bahri belum lama ini di Praya.

Yang paling berdampak terhadap terpuruknya bisnis pariwisata, lanjutnya adalah kebijakan mewajibkan vaksin bagi setiap warga yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah. Hal ini membuat beberapa wisatawan yang akan datang berkunjung ke Lombok Tengah menjadi batal datang karena tidak bisa divaksin.

“Jadi ada rombongan yang mau datang. Tapi karena salah satu tidak bisa divaksin karena punya penyakit bawaan sehingga batal tamu-tamu ini semuanya datang,”imbuhnya.

Semestinya, ada kebijakan yang diberlakukan bagi warga yang tidak bisa melakukan suntik vaksin. Misalnya cukup dengan menggunakan swab atau hasil PCR. Karena bagi wisatawan hal itu bukan menjadi persoalan.

“Yang jadi masalah ini hanya sertifikat vaksin itu saja. Itu membuat wisatawan tidak bisa datang berkunjung,”cetusnya.

Dikatakan, sejak PPKM banyak wisatawan yang akan datang berkunjung ke Lombok Tengah membatalkan kunjungannya. Melihat hal ini, pelaku wisata tidak bisa berbuat banyak. Padahal, sarana prasarana pencegahan Covid-19 di beberapa objek wisata di Lombok Tengah ini juga sudah siap.

“Kan yang penting taat Prokes. Dengan demikian kesehatan jalan dan pariwisata jalan,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, H. Lendek Jayadi mengatakan, pihaknya berharap ada pemberian dana hibah kepada para pelaku wisata yang terdampak Covid-19.

Pada tahun lalu, dana hibah tersebut disalurkan oleh pemerintah pusat. Dan diharapkan tahun ini dana hibah tersebut juga bisa disiapkan untuk para pelaku wisata.

“Tahun ini masih tunggu kebijakan pusat. Diharapkan bisa terealisasi seperti tahun lalu karena program awal memang ada untuk pelaku wisata,”ujarnya.