Petuah-petuah Dari Orang Tua Suku Sasak yang Perlu Diingat

Ilustrasi orang tua (pexels.com/pixabay)

Mataram (Inside Lombok) – Petuah dari leluhur biasanya diturunkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Nasihat atau petuah-petuah itu biasanya berisi tentang pesan atau ajaran tentang cara menjalankan hidup dengan bijaksana dan sebaik-baiknya.

Begitu juga yang ada di Pulau Lombok, orang tua suka Sasak akan memberikan petuah-petuah yang dapat dipegang oleh anak hingga cucu. Biasanya berasal dari kearifan lokal budaya setempat sehingga bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa petuah orang tua Suku Sasak:

  1. Ndeqte taon temah pendait lemaq mudi (Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari).

Sebuah petuah yang memberikan pemahaman bahwa masa depan itu tidak pasti. Kita harus siap dengan apapun yang akan terjadi di masa depan. Tapi lebih baik mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya.

  1. Jak meq tempuh umbak paling bais (Akan menempuh ombak yang paling bau).

Petuah ini bermaksud bahwa seorang anak nantinya akan menghadapi beratnya kehidupan dengan masalah-masalah yang berat. Sehingga seorang anak harus menjadi pribadi yang kuat dan berilmu

  1. Adeqm ndek salak kejarian (Agar tidak salah kejadian/agar tidak menemukan kesengsaraan)

Pemahaman bahwa kita harus berbuat baik, agar di waktu yang akan datang tidak menemukan kesusahan. Sebab, berbuat baik tentu akan mendatangkan balasan yang baik juga untuk diri kita sendiri.

  1. Tao-tao petapaq diriq (Baik-baik membawa diri)

Petuah yang bermakna bahwa  dalam hidup, mau kemana pun dan kapan pun,  kita harus pandai membawa diri.