Ratusan Homestay di Sekitar KEK Mandalika Segera Terbangun

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Rahadian, Jum'at (12/6/2020). (Inside Lombok/ Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Ratusan pondok wisata atau homestay akan segera terbangun di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Keberadaan homestay tersebut akan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, khususnya saat event balap dunia, MotoGP 2021 digelar.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Rahadian, Jumat (12/6/2020), menerangkan, ada dua jenis pembangunan homestay yang akan dilakukan di Loteng yaitu homestay hasil relokasi warga di dua dusun yang menjadi lokasi pembangunan sirkuit MotoGP serta pembangunan homestay reguler.

Untuk home stay reguler, terdapat sebanyak 350 unit rumah warga di Kabupaten Lombok Tengah diusulkan untuk disulap menjadi pondok wisata atau home stay.

“Ini baru sampai tahap sosialisasi. Kami usulkan 350 rumah. Tapi nanti tergantung hasil verifikasi oleh tim SNVT”,kata Kepala Dinas Perumahan

Dikatakan, setelah diusulkan, tim dari Kementerian akan turun melakukan survey untuk melakukan verifikasi. Pembangunan baru bisa dilakukan setelah dinyatakan layak.

Semula, jatah pembangunan homestay reguler untuk Lombok Tengah sebanyak 500 unit. Namun, jumlah itu berkurang karena dibagi dua dengan Kabupaten Lombok Utara.

“Itu jatah kita, berbagi dengan Lombok Utara”,terangnya.

Sedangkan untuk pembangunan home stay hasil relokasi warga, sekarang ini sedang dalam tahap pematangan lahan untuk dilanjutkan dengan pembangunan. Lokasinya di Dusun Ngolang Desa Kuta.

Luas lahan yang disiapkan untuk pembangunan home stay bagi warga yang direlokasi tersebut yakni 3 hektar.

Pematangan lahan dilakukan oleh pihak PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Sedangkan Pemerintah Daerah memfasilitasi pembayaran lahan ke PT Bank NTB.

“Nanti masyarakat akan mengangsur harga tanah ke Bank NTB. Disubsidi Pemda”, jelas Rahadian.

Dia menyebutkan, biaya pembangunan homestay baru sebesar Rp180 juta. Sementara untuk pembangunan homestay regular biayanya sebesar Rp90 juta.

Dilanjutkan, pemerintah pusat sedang mempersiapkan proses tender untuk pembangunan homestay ini. Adapun pembangunannya ditarget dilakukan pada tahun ini.

Adapun pihaknya sedang mendata kembali jumlah warga yang terdampak pembangunan sirkuit MotoGP untuk dibangunkan homestay.

“Karena ada diantara warga yang sudah kembali ke desa asalnya dan ada juga yang sudah membangun rumah di tempat lain”, demikian Rahadian.