Sembalun, Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia Jadi Tempat Asusila?

Sejumlah wisatawan antre untuk turun dari Bukit Nanggi beberapa waktu lalu. Bukit ini selalu ramai pengunjung, terutama pengunjung usia muda. (Inside Lombok/Linggauni)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Banyak wisatawan berkurang ke Sembalun, termasuk ke bukit-bukit di kaki Rinjani. Belakangan santer terdengar mabar adanya oknum yang memanfaatkan destinasi ini sebagai tempat asusila.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Timur Salmun Rahman mengaku geram. Tidak sepatutnya destinasi wisata yang asri itu dijadikan sebagai tempat untuk berbuat asusila.

“Kami akan naik ke perbukitan tersebut untuk menggelar razia. langkah ini untuk menjaga marwah pariwisata Lombok Timur,” tegasnya saat dikonsumsi Inside Lombok di Selong, Senin (6/7/2020).

Wisatawan yang akan mengunjungi wilayah Sembalun khusunya bagian perbukitan akan diperiksa barang bawaannya. Apabila ditemukan adanya barang yang mencurigakan, maka wisatawan itu tidak diperbolehkan menuju destinasi yang dimaksud.

Terdapat beberapa laporan banyaknya ditemukan alat kontrasepsi di areal bukit. Seperti di Bukit Nanggi dan Bukit Pergasingan di Sembalun.

Hal ini dianggap sebagai salah satu bentuk penodaan terhadap destinasi wisata yang asri ini. Terlebih Sembalun pernah dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Bulan Madu Halal Terbaik di dunia.

“Kami akan perketat penjagaan pada bukit agar tidak dijadikan tempat berbuat mesum,” ujarnya.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pokdarwis setempat untuk memantau dan menjaga wilayah perbukitan dari perbuatan mesum.

Selain itu, Kepala Satuan Pol PP Lotim. Baiq Farida Apriaini akan melakukan razia untuk para pengunjung Bukit Pergasingan maupun Bukit Nanggi. Banyaknya rumor yang beredar di masyarakat terkait wilayah perbukitan terindikasi sebagai tempat mesum.

“Jika kami menemukan pengunjung yang berbuat mesum di sana terpaksa kami akan minta tutup wisata tersebut,” katanya.

Penjaga ketat akan dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Mulai dari pemeriksaan sampai sidak ke lokasi akan dilakukan.

“Walaupun hanya ada satu pasangan yang berbuat seperti itu, tetap kami akan tutup,” tegasnya.

Para pengunjung yang akan menginap di bukit ini akan periksa dan pengunjung yang berboncengan akan diperiksa barang bawaannya. Selanjutnya memeriksa KTP atau kartu pelajar.

“Pengunjung yang boleh menginap hanya pasangan yang sudah menikah, dan yang mempunyai kepentingan di sana,” pungkasnya.