Tembok Lapak Kuliner Objek Wisata Pantai Ampenan Diusulkan Dibongkar

Lapak kuliner di Pantai Ampenan, yang baru tuntas dibangun namun terkesan tertutup sehingga Dinas Pariwisata Kota Mataram segera mengusulkan pembongkaran tembok bagian atas sekitar satu meter. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mengusulkan pembongkaran tembok bagian atas lapak kuliner di objek wisata Pantai Ampenan, agar lapak terkesan lebih terbuka sehingga pengunjung bisa lebih nyaman serta leluasa memandang ke arah laut.

“Meskipun baru rampung dikerjakan, tapi setelah saya cek kondisi lapak itu tertutup seperti gudang,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizzar Denny Cahyadi di Mataram, Jumat.

Denny yang baru sekitar dua bulan dilantik menjadi Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram mengatakan, pembongkaran tembok bagian luar diusulkan sekitar satu meter, agar los lapak kuliner bisa terlihat luas dan tidak tertutup itu masih memungkinkan karena proyek tersebut belum diserahterimakan oleh pihak kontraktor.

“Jadi pembongkarannya akan kami usulkan setelah serah terima. Sekaligus untuk memperbaiki atap yang bocor, sebab saat kami turun ke lokasi ternyata ada atap yang bocor,” katanya menambahkan.

Sementara menyinggung tentang target penempatan lapak, Denny begitu Kadispar ini akrab disapa mengatakan, untuk penempatannya pihaknya masih menyiapkan regulasi.

Terutama untuk regulasi penarikan retribusi lapak kuliner akan dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan dan Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait retribusi kebersihan dan Dinas Perhubungan terkait retribusi parkir.

“Dengan demikian, kita harapkan berbagai protensi pendapatan daerah di Pantai Ampenan bisa terkelola maksimal sesuai dengan regulasi yang ada,” katanya.

Di sisi lain, Denny menepis adanya kabar burung yang menyebutkan besaran sewa lapak kuliner di Pantai Ampenan mencapai Rp400 ribu. “Ini kan retribusi, tidak sampai segitulah,” katanya menegaskan.

Dikatakan, lapak kuliner yang tersedia saat ini hanya 18 unit, yang akan dibagi kepada 36 pedagang. Artinya, satu lapak akan ditempati dua pedagang.

“Sementara sisa pedagang yang belum mendapat lapak akan kita rumuskan kembali untuk solusi penampatan,” katanya. (Ant)