Wisata Berkuda Di Sembalun, Perlukah?

Lombok Timur (Inside Lombok) – Di tengah riuhnya pariwisata Sembalun terkait adanya penarikan tarif, muncul beberapa ide baru. Salah satunya diusulkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) Lotim Salmun Rahmanadanya. Ia mengusulkan agar ada wisata berkuda di Sembalun, guna menunjang sebagai Kawasan Pariwisata Khusu (KPK).

“Wisata yang tidak bertentangan dengan agama, kita lestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Lotim, Muhir menyambut baik usulan Salmun. Ia mengatakan usulan tersebut sangat tepat dan cocok bila dikembangkan di Sembalun.

“Sembalun sudah mendapat predikat wisata halal, jadi itu sangat cocok bila ada wisata berkuda,” ujarnya.

Lanjutnya, yang jadi persoalan saat ini yaitu perlu adanya tata kelola wisata Sembalun yang tertata secara komprehensif. Untuk itu adanya konsep dari Dispar berupa KPK tersebut.

Ia mencanangkan dalam usulan berkuda tersebut dapat menggandeng Dinas Peternakan. Yaitu untuk menyiapkan kambing yang dilepas di kawasan Hutan Sembalun dan dibiarkan hidup liar. Sehingga beberapa tahun ke depan dapat menjadi wisata berburu sambil berkuda.

“Kita ciptakan wisata sunnah dengan konsep berburu menggunakan kuda, dan tidak boleh menggunakan senjata api. Melainkan dengan panah,” pungkasnya.