Wisatawan Dari Luar Lotim Akan Dibatasi ke Sembalun

Suasana ramainya puncak Sembalun di tengah pandemi. (Inside Lombok/FB Royal Sembahulun)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Mulai hari ini, Sabtu (27/06/2020) wisata Sembalun akan dibatasi bagi warga yang dari luar Lombok Timur. Terkecuali ada kebutuhan khusus dan harus ada bukti.

Pariwisata Sembalun yang memiliki pesona alam yang indah diapit oleh perbukitan dan pegunungan. Ini membuat Sembalun banyak dikunjungi wisatawan luar. Setiap Sabtu dan Minggu destinasi wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Sehingga mengakibatkan kerumunan.

Namun, saat ini pariwisata Sembalun mulai dibatasi bagi wisatawan dari luar daerah. Dikarenakan untuk membatasi jumlah kunjungan guna mengantisipasi adanya kerumunan yang kian banyak setiap akhir pekan.

“Khusus yang dari Lobar dan Kota Mataram yang kami batasi karena daerah tersebut trendnya (kasus covid-19) relatif tinggi di Kab/Kota se NTB. Semata-mata untuk pengendalian covid-19,” ucap Sekda Lotim M Juaini Taofik, saat dikonfirmasi via WhatsApp oleh Inside Lombok, Sabtu (27/06/2020).

Lanjutnya, setiap pengunjung harus membawa KTP, Helm dan masker. Sebagai bentuk perlindungan dari paparan covid-19. Adapun kebijakan mewajibkan membawa KTP agar tim penjagaan bisa tahu darimana para pengunjung tersebut.

“Pemeriksaan KTP hanya dilakukan Sabtu dan Minggu saja. Dikarenakan dua hari tersebut volume kunjungannya sangat tinggi,” ucap Juaini.

Adapun wisatawan yang akan mengunjungi Sembalun pada hari lain kecuali Sabtu dan Minggu juga harus menaati protokoler pencegahan. Seperti harus memakai masker, jaga jarak, suhu tubuh dibawah 38 derajat celcius dan membatasi kunjungan publik maksimal 50 persen.

“Langkah itu kita ambil untuk menjaga masyarakat kita yang ada di Sembalun dari paparan covid-19 yang dibawa oleh para wisatawan,”jelasnya.

Banyak protes dari masyarakat Sembalun terkait kebijakan tersebut. Dengan mengatakan kebijakan tersebut merugikan pendapatan masyarakat sekitar. Juaini mengatakan memang setiap kebijakan selalu ada plus minusnya, akan tetapi saat ini pengendalian covid-19 yang paling utama.

Juaini mengingatkan pada semua wisatawan yang akan berkunjung ke Sembalun untuk selalu menaati protokol pencegahan.

“Jika semua daerah sudah kembali masuk zona hijau. Wisata Sembalun akan dibuka secara normal kembali,” pungkasnya.