ANBK di Mataram Terkendala Sinyal Internet Lelet

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Azali. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) –

Sekolah dasar (SD) di Kota Mataram dinilai belum siap 100 persen melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Proses penilaian bagi siswa tersebut terkendala jaringan internet yang masih belum stabil.

“Sangat berat sekali sebenarnya melaksanakan ini. Karena sinyal yang masuk ke sekolah itu tidak tuntas 100 persen. Boleh saya bilang beberapa isian atau beberapa jawaban itu zonk. Karena masalah ANBK ini. Beberapa sekolah juga komplain masalah sinyal,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Senin (15/11).

Menurutnya, untuk sistem pelaksanaan ANBK disebut sudah cukup bagus. Hanya saja terkendala oleh sinyal. Misalnya gangguan yang dialami sekolah yaitu tidak bisa memonitor langsung.

“Operator di sekolah mengalami hambatan yang cukup tinggi,” ujar Fatwir menyikapi hasil gladi kegiatan UNBK pada sejumlah sekolah yang akan melaksanakan ANBK mulai 15-18 November 2021.

Hasil koordinasi yang dilakukan, hambatan terkait sinyal tidak saja dirasakan oleh sekolah yang ada di Kota Mataram melainkan beberapa daerah di Indonesia. “Ini bukan ujian seperti UN tapi memetakan sekolah,” katanya.

Fatwir mengakui, ANBK sangat penting untuk menganalisis kekurangan dan kelebihan sekolah seperti halnya akreditasi kecil-kecilan. Dari ANBK bisa menentukan langkah ke depan dalam rangka merdeka sekolah.

“Disana ada unsur anak, orang tua, guru, masyarakat, dan lainnya yang bisa memberikan masukan kepada sekolah. Sehingga kita bisa mengetahui gambaran sekolah itu seperti apa. Kalau kita tahu ‘penyakit’ di sekolah, ‘obatnya’ bisa disesuaikan oleh pemerintah,” katanya.

Selain itu, pelaksanaan ANBK akan diperbaiki dengan sistem data pokok pendidikan (Dapodik). Karena dalam system ini nantinya akan terlihat terkait sarana dan prasarana, SDM dan kebutuhan guru. Sehingga hal tersebut akan menjadi acuan program pemerintah ke depan.

“Ke depan, kualitas pendidikan akan ditentukan masing-masing daerah, sebab kualitas pendidikan tidak bisa dibanding-bandingkan dengan daerah lain,” katanya. (azm)