BDR di Lotim Diperpanjang Sampai 30 September 2020

Aktivitas belajar di rumah saat dikunjungi oleh guru ke rumah siswa, di Selong (28/08/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kasus Covid-19 di Lombok Timur (Lotim) masih fluktuatif. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperpanjang Belajar Dari Rumah (BDR) sampai dengan tanggal 30 September 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Ahmad Dewanto Hadi mengatakan, daerah Lotim belum beranjak kondisi di mana kasus positif Covid-19 belum landai. Sehingga pihak pemda belum bisa memberlakukan pembelajaran secara tatap muka.

“Covid-19 di Lotim masih fluktiatif, maka dari itu BDR kita perpanjang sampai 30 September 2020 mendatang,” ucapnya.

Bersamaan dengan perpanjangan BDR, pihak Dikbud Lotim juga akan meluncurkan kurikulum kondisi khusus pada 31 September. Pada kurikulum kondisi khusus tersebut terdapat pedoman bagi guru, siswa, dan orang tua.

“Pada kurikulum tersebut terdapat pedoman orang tua terkait bagaimana mendampingi anak untuk pelaksanaan belajar daring,” katanya.

Salah seorang Wali Murid, Apriani mengatakan, belajar dari rumah yang kini telah diperpanjang menambah rasa khawatirnya. Di mana ia menghawatirkan anaknya yang banyak ketinggalan pelajaran ditambah biaya SPP yang tidak menurun.

“Belajar dari rumah tidak efektif, tapi kok pembayaran SPP tidak turun. Ini juga menambah beban kita sebagai orang tua,” ucapnya.

Apriani menyesalkan perpanjangan BDR tersebut. Ia berharap untuk kedepan tidak ada lagi perpanjangan BDR agar pembelajaran yang diterima anaknya bisa efektif dan tidak terkesan sia-sia dalam membayar SPP.