BDR Diperpanjang, Guru Diminta Rajin Berikan Pelajaran ke Rumah Siswa

Bupati Lotim, M Sukiman Azmy saat ditemui beberapa waktu lalu, Selong (08/08/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Masa Belajar Dari Rumah (BDR) akibat trend kenaikan angka kasus covid-19 di Lotim diperpanjang sampai tanggal 27 Agustus. Bupati meminta guru lebih rajin memberi bimbingan pembelajaran ke rumah siswa.

Bupati Lombok Timur, M Sukiman Azmy mengatakan tidak efektifnya belajar daring akibat pandemi covid-19. Di samping banyaknya guru dan siswa tidak tahu bagaimana caranya belajar daring. Keterbatasan fasilitas juga sangat tidak mendukung akan hal tersebut.

“Belajar daring sangat tidak efektif. Untuk itu, diharapkan para guru untuk lebih intens mengajar ke rumah siswa, dan dikelompokkan maksimal 5 orang siswa,” ucapnya.

Dikatakan Bupati, hal tersebut untuk mempermudah para siswa yang tidak memiliki fasilitas dalam belajar daring. Mengingat, masih banyak siswa yang tidak mempunyai fasilitas seperti smartphone. Adapun yang mempunyai smartphone, akan tetapi ia tidak memiliki paket internet.

“Belajar seperti itu tentu memberatkan para guru. Namun itulah tugas yang harus ia lakukan saat ini untuk memperoleh pelajaran yang efektif,” jelasnya.

Waktu berkunjung guru ke rumah siswa untuk mengajar dibatasi, hanya satu jam per kelompok belajar dan setelah itu guru berpindah ke kelompok lainnya. Dalam mengajar tatap muka di rumah siswa, harus tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Bupati juga meminta Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur untuk mengalokasikan dana BOS untuk membantu siswa dalam pengadaan paket internet dalam pelaksanaan belajar daring.

“Berbagai cara harus ditempuh Dikbud agar pendidikan di Lombok Timur tidak stagnan atau tidak mengalami perkembangan,” pungkasnya.