Disdik: Masa Belajar Siswa di Rumah Akan Diperpanjang Hingga 1 Juni

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, merencanakan memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP/sederajat, hingga 1 Juni 2020, karena melihat situasi penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) belum ada perubahan ke arah lebih baik.

“Jadi selama bulan Ramadan 1441 Hijriah, tidak ada kegiatan belajar di sekolah, hingga Idul Fitri. Siswa kita rencanakan masuk sekitar tanggal 1 Juni 2020, atau setelah Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Senin.

Dikatakan, dari grafik penangan COVID-19 yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Kota Mataram, sejauh ini belum menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga masih ada kekhawatiran guru dan orang tua jika anak-anak kembali ke sekolah.

“Dasar itulah, masa belajar di rumah kami rencanakan diperpanjang hingga Perayaan Lebaran Ketupat usai,” katanya,

Namun demikian, sebagai salah satu upaya agar anak-anak tidak stagnan dalam belajar, Disdik saat ini sedang menyiapkan sistem pembelajaran melalui media televisi bekerja sama dengan salah satu televisi lokal di daerah ini yakni Lombok TV.

Melalui Lombok TV, anak-anak bisa mendapatkan berbagai materi pembelajaran, dan bisa melihat serta bertemu dengan gurunya, termasuk untuk beberapa program kegiatan siswa di bulan puasa sehingga komunikasi guru dengan siswa tidak putus.

“Dengan adanya larangan physical and sosial distancing, maka berbagai kegiatan yang sifatnya mengumpulkan anak saat bulan puasa kita tiadakan, termasuk kegiatan lomba tadarus, taraweh dan buka puasa bersama,” katanya.

Akan tetapi, peran serta orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah harus tetap dilaksanakan, sehingga anak-anak bisa memberikan laporan kegiatan selama bulan puasa seperti mengaji, berbuka bersama keluarga, tarawih bersama, belajar bersama adik atau kakak, bahkan hingga belajar memasak bisa dibuat video untuk disampaikan ke guru melalui berbagai media sosial sebagai salah satu bahan penilaian.

“Masa belajar di rumah lebih kepada kegiatan pembentukan karakter, religius, serta ketrampilan. Kalau di sekolah, belajar memasak makanan tradisional hanya dilakukan sekali sebulan, kalau sekarang siswa bisa belajar penuh di rumah sambil membantu orang tua untuk persiapan buka puasa,” katanya.

Fatwir menambahkan perpanjangan masa libur sekolah sampai tanggal 1 Juni 2020, itu pun belum bisa dipastikan lagi karena sebelum masuk akan dilakukan evaluasi kembali terhadap grafik perkembangan COVID-19 di daerah ini. (Ant)