Disdikbud Lotim Masih Tunggu Regulasi Pemprov Terkait Pembukaan Sekolah

Salah satu sekolah yang berada di Lombok Timur belum memulai belajar tatap muka pada Senin (03/08/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didikbud) Kabupaten Lombok Timur menunggu regulasi untuk membuka kembali aktivitas sekolah. Pembukaan sekolah secara tatap muka masih menunggu regulasi Pemerintah Provinsi NTB.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur H M Sukiman Azmy dengan tegas akan membuka sekolah lagi dengan pembelajaran tatap muka. Namun akan terlebih dahulu melihat kondisi covid-19 di Lotim.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Ahmad Dewanto Hadi mengatakan pada surat edaran lalu, Gubernur NTB mengingatkan agar tidak memulai pelajaran tatap muka terlebih dahulu.

Namun, Bupati Lotim akan membuka sekolah pada tanggal 9 Agustus mendatang sesuai dengan berakhirnya surat edaran lalu. Bupati Lotim akan membuka sekolah setelah melihat kondisi pandemi covid-19 di Lotim.

“Itu merupakan pertimbangan utama, apakah belajar tatap muka bisa dibuka atau tidak,” katanya.

Bupati Lotim dengan akan memulai pelajaran tatap muka di sekolah, walaupun mendapat teguran dari Pemprov. Dan akan menerima segala risiko yang dihadapi apabila terjadi sebaran covid-19 di sekolah.

“Kita akan tetap menunggu regulasi dari pemprov. Walaupun Bupati mengatakan demikian, akan tetapi akan melihat konfirmasi positif meningkat, beliau juga mempertimbangkan hal itu,” jelasnya.

Walaupun kasus covid-19 di Lotim mengalami trend penurunan, namun instruksi dari pemprov belum membolehkan untuk memulai pembelajaran tatap muka. Maka Disdikbud Lotim akan menunggu instruksi dari Bupati Lotim.

“Walaupun akan dibuka nantinya, tetap kita akan mengedepankan protokol kesehatan. Dan juga kita akan bagi jam belajar menjadi dua shif,” cetusnya.

Jika pada tanggal 10 pemprov mengeluarkan kebijakan yang sama, maka Disdikbud Lotim juga akan menambah waktu belajar dari rumah selama dua minggu.

Seperti diketahui, belajar dengan metode daring berjalan tidak maksimal. Beberapa metode yang pembelajaran yang diberikan tidak berjalan maksimal. Begitupun juga para guru yang mengajar tidak bisa maksimal.

“Belajar yang baik adalah belajar dengan cara tatap muka. Beberapa metode yang dilaksanakan tapi tidak berjalan maksimal,” tuturnya.

Ahmad berharap agar pandemi covid-19 segera berakhir, agar pembelajaran tatap muka segera kembali dilaksanakan. Dikarenakan pendidikan sangat penting, bila terus begini maka anak-anak akan kehilangan pembelajarannya.