Disdikbud NTB Setujui Dana Bos Untuk Beli Kuota Internet

221
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) NTB, H Aidy Furqan. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyetujui penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk membeli kuota internet bagi para guru dan siswa selama pandemi Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19.

“Dana BOS bisa digunakan untuk membeli kuota internet siswa, begitu juga untuk guru,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqan di Mataram, Senin.

Ia menjelaskan, merebaknya wabah COVID-19 telah memberikan dampak yang besar bagi dunia pendidikan. Karenanya, sekolah atau para guru maupun siswa harus dirumahkan untuk sementara waktu.

Meski demikian proses belajar mengajar bukan berarti terhenti. Para siswa diminta tetap belajar, begitupun guru, tetap bekerja dengan pola Work From Home (WFH).

Para guru memberikan tugas sekolah kepada siswa melalui metode belajar dalam jaringan atau berbasis online. Ini mengingat situasi dan kondisi mewabahnya COVID-19, agar proses KBM berlangsung baik dan lancar.

“Ini juga salah satu solusi agar proses belajar dalam situasi ini tetap berjalan. Saya juga sebelumnya, mendapatkan beberapa kiriman pesan dari rekan-rekan kepala sekolah mengenai itu tadi (penggunaan dana BOS untuk paket internet),” terangnya.

Menurut Furqan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Permendikbud nomor 19 Tahun 2020 atas Perubahan Permendikbud sebelumnya nomor 18 Tahun 2020 tentang Penggunaan Dana BOS. Dengan perubahan yang baru itu dibolehkan penggunaannya untuk membeli pulsa/kuota internet.

Untuk berapa nominalnya kata Aidy Furqan, pihak sekolah yang menentukan untuk disesuaikan dengan kekuatan dana BOS sendiri. Misalnya kata dia, di kisaran Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per siswa. Dengan kisaran tersebut, pihak sekolah juga harus mengukur, kuota tersebut untuk berapa lama bisa digunakan.

“Karena kita semua tahu sendiri, jumlah paket itu tergantung dari sisi penggunaannya, dan bisa bertahan berapa lama. Itu semua harus diukur juga (kapasitas kuota). Sehingga proses pembelajaran dalam sistem online itu berjalan baik dan lancar,” jelas Furkan.

Ia berharap, dana BOS bisa dapat digunakan oleh pihak sekolah. Itu demi kelangsungan proses KBM. Selain itu pula, Aidy Furqan juga meminta pihak sekolah agar tetap berkomunikasi dengan para orang tua siswa sehingga penggunaan jatah pulsa bagi siswa dapat dikontrol bersama.

“Perlu juga kolaborasinya. Supaya paket yang diberikan oleh sekolah, bisa digunakan anak-anak benar-benar untuk belajar. Begitu juga pulsa/kuota untuk para guru. Intinya pihak sekolah bisa merincikan atau mendata setiap penggunaan dana BOS, sehingga nantinya dapat di pertanggungjawabkan sebagai laporan,” ingat Kadis Dikbud.

Disinggung bagaimana dengan siswa yang belum memiliki telepon seluler, Furqan menegaskan pihaknya juga sudah memberikan arahan kepada pihak sekolah. Selain menggunakan sistem daring, sekolah juga bisa menerapkan sistem konvensional.

Di mana setiap materi pembelajaran bisa diserahkan ke siswa. Minimal kata dia, ketua kelas diberikan materi pembelajaran dan dihantarkan ke siswa yang lainnya.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau harus tetap mengedepankan sikap waspada. Itu mengingat situasi dan kondisi saat ini.

“Walaupun begitu, harus tetap jaga jarak, waspada, gunakan masker, rajin cuci tangan dan lainnya seperti apa yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Jika keluar, itupun jika ada hal yang penting atau mendesak. Namun alangkah baiknya tetap berdiam diri dulu di rumah,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa hingga saat ini belum ada siswa yang terpapar. Ini menandakan bahwa tingkat kesadaran masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan sudah sangat baik dan perlu ditingkatkan.

Karena itu, ia berharap, semua masyarakat, termasuk para guru maupun siswa selalu dalam lindungan Allah SWT dan tetap diberikan kesehatan.

“Alhamdulillah, sejauh ini siswa kita tidak ada yang yang terjangkit. Mudah-mudahan jangan pernah ada. Semoga semua ini segera berlalu,” katanya. (Ant)