Pemprov NTB Siapkan 100 Beasiswa Untuk Mahasiswa Kampus Swasta

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah. (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menyiapkan beasiswa kepada 100 mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi swasta di daerah itu.

“Tetapi beasiswa itu akan diprioritaskan bagi kampus yang memiliki jurusan langka/unik dan sangat dibutuhkan oleh daerah untuk percepatan potensi spesifik yang dimilikinya,” kata Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah didampingi Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi saat menerima silaturahmi sejumlah rektor perguruan tinggi swasta di ruang kerjanya di Mataram, Jumat.

Menurut gubernur, beasiswa yang ditawarkan tersebut diharapkan mampu mendorong dan memberikan kontribusi besar bagi daerah sesuai dengan potensi objektif yang ada di NTB.

Zulkieflimansyah mencontohkan, di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ditawarkan untuk jurusan pertambangan khusus bagi orang asal Dompu. Asumsinya, untuk 5-6 tahun ke depan ketika Sumbawa Maining tambang beroperasi di Dompu, tidak ada lagi keributan karena tidak dilibatkannya masyarakat lokal untuk mencicipi manfaat ekonomi dari aktivitas tambang tersebut.

“Bersahabat dengan investasi adalah kejernihan pemerintah daerah untuk menyiapkan SDM sejak dini, agar tidak menjadi penonton di daerahnya,” ucapnya.

Gubernur menegaskan bahwa kampus-kampus swasta juga berpeluang mahasiswanya mendapatkan beasiswa. Persyaratannya adalah harus memiliki jurusan yang spesifik yang diandalkan dan punya potensi pengembangan di wilayah tersebut.

“Universitas Sumbawa, misalnya, mempunyai keunggulan, satu-satunya perguruan tinggi swasta yang memiliki jurusan peternakan, maka butuh beasiswa untuk mahasiwanya sehingga melahirkan sumber daya manusia (SDM) andal di bidang peternakan, karena pengembangan wilayah peternakan cukup memadai di daerah itu.

Gubernur mengakui, dibutuhkan kepiawaian dalam mengelola kampus sehingga mampu memenuhi kebutuhan kekinian dan jauh ke depan. Karena, lanjutnya, mengelola kampus swasta tidaklah mudah, tapi dibutuhkan manajemen yang andal. Gubernur sempat menceritakan pengalaman panjangnya mengelola kampus swasta, sehingga ia sangat memaklumi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para pengelola kampus swasta yang jauh beda dengan kampus negeri.

“Kalau hanya diberikan bantuan, kampus hanya biasa-biasa saja, tidak ada tantangannya,” katanya.

Karena itu, gubernur berharap kepada pemerintah kabupaten kota juga ikut mencari cara supaya dapat berkontribusi juga pada perguruan tinggi swasta di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan menjelaskan bantuan yang akan diberikan kepada perguruan tinggi ada dua, yaitu bantuan sosial dan beasiswa. Hal ini sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Bantuan Beasiswa. Aidy Furqon menyebut dua jenis beasiswa tersebut, yakni beasiswa umum untuk mahasiswa luar negeri dan beasiswa miskin tapi berprestasi bagi seluruh perguruan tinggi di NTB.

Beasiswa ini diberikan maksimal kepada 100 mahasiswa di perguruan tinggi yang memiliki jurusan tertentu, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan mekanismenya.

“Apabila jumlah beasiswa untuk 100 orang mahasiswa itu belum tercapai, maka pemenuhan kapasitas selanjutnya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga mencapai 100 mahasiwa,” ujarnya.

Untuk kriteria kampus yang menerima beasiswa miskin dan berprestasi adalah kampus yang membuka prodi atau jurusan yang mendukung pembangunan daerah dan jurusan atau prodi harus berakreditasi.

“Di samping kebijakan dan otonomi kampus yang akan menentukan syarat mahasiswa yang akan memperoleh beasiswa tersebut,” kata Aidy Furqan.

Beasiswa miskin ini dibagi lagi menjadi tiga jenis, beasiswa miskin berprestasi, beasiswa stimulan, dan beasiswa afirmasi.

“Jadi semua kampus di NTB dapat mengusulkan mahasiswanya sesuai aturan yang ada,” katanya.

Kegiatan audiensi itu dihadiri oleh rektor dan perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas NU, Universitas Hamzanwadi, Universitas NW, Universitas Sumbawa, Universitas Cordova KSB dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). (Ant)