Sekolah di Loteng Tetap Dibuka dengan Pembatasan

Proses belajar tatap muka di salah satu sekolah di Loteng belum lama ini. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah memutuskan untuk tidak menutup sekolah meski terjadi trend peningkatan kasus Covid-19 di daerah NTB. Akan tetapi, dilakukan pembatasan terhadap siswa yang melakukan belajar tatap muka di sekolah.

Siswa yang akan masuk sekolah selama enam hari dalam satu pekan hanya kelas akhir seperti kelas VI dan kelas IX karena sedang dalam persiapan ujian akhir. Sementara untuk jelas I -V hanya akan masuk sekolah selama dua hari dalam satu pekan.

“Itu pun tetap pakai sistem shift. Jadi kita batasi berdasarkan hasil rapat internal kita karena itu memang arahan dari Pemprov NTB,”kata PLT Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, HM. Nazili, Kamis (28/1/2021) di kantornya.

Sementara untuk siswa jenjang TK/PAUD kembali belajar dari rumah. Dia menerangkan, pembatasan sekolah ini rencananya akan mulai diberlakukan pada pekan depan.

Pihaknya akan menyampaikan terlebih dahulu rencana ini kepada Satgas Covid-19 Lombok Tengah. “Kalau disetujui oleh Satgas Covid-19 kebijakan ini akan kita jalankan pekan depan,”imbuhnya.

Dikatakan Nazili, Lombok Tengah memang masih zona kuning kasus Covid-19. Akan tetapi, di beberapa wilayah di NTB sudah menutup kembali sekolah. Sehingga Lombok Tengah melakukan penyesuaian dengan membatasi siswa yang masuk sekolah.

Namun, terhadap salah satu sekolah di kecamatan Jonggat sudah lebih dulu menutup sekolah karena ada salah satu guru yang positif Covid-19, maka sekolah itu akan tetap ditutup sampai kasus Covid-19 di daerah NTB terkendali.

“Itu ada di Jonggat sudah lebih dulu ditutup. Karena memang dulu kebijakannya saat membuka sekolah lagi kalau ada peningkatan kasus maka sekolah akan langsung ditutup tanpa ada perintah,”katanya.